Pimpin Golkar, Airlangga Diibaratkan Seperti Jose Mourinho Saat di Inter Milan

Jumat, 21 Juni 2019 17:16 Reporter : Eko Prasetya
Pimpin Golkar, Airlangga Diibaratkan Seperti Jose Mourinho Saat di Inter Milan Airlangga Hartato menyambangi kediaman Maruf amin. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Ketua Korbid Hankam, Hublu, Kumham, Ekonomi Pedesaan & Diaspora DPP Partai Golkar Happy Bone Zulkarnain mengatakan pasca perhelatan tahun politik 2019, Partai Golkar tidak disangka masih mampu bertahan di peringkat kedua.

Partai Golkar meraih pemilih sebesar 17.229.789 atau 14,8 persen suara dengan total perolehan kursi di DPR mendapatkan 85 kursi, sedangkan PDI-Perjuangan mendapatkan 129 kursi dan Gerindra mendapatkan 78 kursi.

"Hal ini menjadi catatan prestasi yang luar biasa bagi Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto, mengingat di tengah kondisi berat badai politik yang melanda Partai Golkar yang dimulai dari dualisme kepengurusan Bali dan Ancol," kata Happy Bone di Jakarta, Jumat (21/6).

Kemudian, lanjutnya, kasus papa minta saham dan korupsi e-KTP, korupsi yang menjerat beberapa elite Golkar di nasional dan daerah, berkali-kali pergantian ketua umum.

Lalu dituduh partai pendukung penista agama, ditangkapnya ketua umum Golkar Setya Novanto, korupsi mantan sekjen Golkar Idrus Marham dan korupsi anggota DPR dari partai Golkar menjelang detik-detik akhir pencoblosan.

"Belum lagi lahirnya partai Berkarya yang secara nyata memperoleh 2 persen suara nasional, kalau dilihat dari dinamika ini maka bisa saja PG terjerembab ke titik nadir. Akan tetapi melalui kerja keras dan konsolidasi partai dan gerakan total para caleg maka PG masih mampu bertahan dan bahkan membalik prediksi sebagian lembaga survei seperti Litbang Kompas yang sempat memperkirakan bahwa perolehan PG hanya dikisaran 6-9 persen secara nasional," katanya.

Happy Bone melanjutkan, hal ini tidak terlepas berkat kerja apik seluruh kader partai di bawah kepemimpinan Airlangga. Golkar dinilai kembali menempatkan dirinya di posisi sebagai kekuatan politik nomor 2 di tanah air.

"Ini menandakan ada progres yang tepat dalam tata kelola manajerial partai yang seharusnya direspons secara positif oleh seluruh jajaran partai dan menjadi batu loncatan (stepping stone) yang lebih baik lagi bagi partai Golkar untuk menghadapi tantangan politik yang akan dihadapi kembali, seperti pilkada serentak di 2020-23, serta tahun politik nasional 2024," paparnya.

Golkar, kata dia, sebagaimana yang disampaikan oleh Denny JA adalah partai modern dan profesional. Di mana Golkar adalah partai politik pertama di Indonesia yang menggunakan hasil lembaga survei untuk mengambil keputusan dan memiliki jimat khusus, yakni kekuatannya sebagai partai politik yang tidak bergantung pada figur sentral tokoh tertentu (impersonal order).

"Karena sudah bermamorfosa menjadi partai modern yang mengandalkan sistem kepartaian sebagai kekuatan. Selain itu Airlangga Hartarto memiliki racikan khusus yang juga digunakan oleh Jose Mourinho ketika menjadi pelatih Inter Milan yakni strategi bertahan 'Catenacio' dan serangan balik 'counter attack' yang mampu mengalahkan sepak bola indah 'Tiki-Taka' dan menyerang dari Barcelona di semi-final liga Champion," ujarnya berandai.

Golkar pun kata dia, memiliki kemampuan bertahan yang luar biasa dalam menghadapi serangan-serangan dan tekanan dari partai lain sehingga masih mampu bertahan di posisi 2 nasional untuk perolehan kursi di DPR.

Selain itu, Airlangga dianggap salah satu menteri yang berprestasi, baik oleh Presiden Jokowi maupun Menko Maritim yang merupakan kader Golkar yakni Luhut Binsan Pandjaitan, sehingga Golkar memiliki Passion of Growth.

"Airlangga juga punya keunggulan lain sebagai syarat menjadi pemimpin, yakni kemampuan Relationship building, karena di era interkoneksi and coopetition (sinergi) seperti sekarang ini, kemampuan menjalin hubungan semakin mendasar karena seseorang harus mampu berjabat erat dengan pihak lain," paparnya. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini