Pesan Politikus PDIP Jika Anies Bercita-Cita Jadi Presiden

Selasa, 1 Juni 2021 11:53 Reporter : Yunita Amalia
Pesan Politikus PDIP Jika Anies Bercita-Cita Jadi Presiden Anies Baswedan dan Puan Maharani. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali muncul dalam bursa calon presiden 2024. Bahkan ada yang mewacanakan Anies berduet dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani.

Ketua Fraksi PDIP di DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono melihat, Anies Baswedan harus mengejar kekurangan kinerjanya jika ingin mencalonkan diri sebagai presiden. Namun Gembong tidak menyampaikan secara lugas kekurangan dan kerja keras yang harus dilakukan Anies.

"Kalau punya cita-cita naik ke RI 1, konsekuensinya harus mengejar ketertinggalan selama Pak Anies menjadi Gubernur," ujar Gembong kepada merdeka.com, Selasa (1/6).

Dia pun enggan mengomentari narasi yang ramai menjadi perbincangan politik tentang Anies Baswedan berpasangan dengan Puan Maharani dalam kontestasi pemilihan presiden 2024 mendatang.

Gembong mengingatkan Anies untuk tetap fokus menjalankan tugas di DKI Jakarta. Sehingga bisa meninggalkan jejak prestasi di Jakarta sebagai modal utama maju menjadi calon presiden.

"2024 masih jauh, saya belum komentar kalau soal itu. Saya kira Pak Anies biar fokus bekerja untuk rakyat Jakarta," ucapnya.

Narasi Anies duet dengan Puan dalam Pilpres 2024 muncul saat politikus PDIP, Effendi Simbolon, mengusulkan Puan Maharani dan Anies Baswedan dipasangkan untuk Pilpres 2024.

Dia lebih memilih Anies ketimbang Prabowo Subianto jika dipasangkan dengan Puan.

"Saya punya usul, Mbak Puan itu dipasangkan lagi sama Anies jangan lagi Prabowo, Puan Capres Anies Cawapres," katanya dalam diskusi virtual, Minggu (30/5).

Menurutnya, pasangan Puan dan Anies adalah rekonsiliasi antara nasionalis dan religius. Dia mendorong Gerindra untuk mendukung pasangan Puan-Anies.

"Kalau usul saya Mbak Puan itu maju, kan bisa nyalonin sendiri PDI Perjuangan, bisa nyalon sendiri, jadi kali ini Gerindra ikut mendukung lah di belakang," ujar. anggota DPR ini.

"Karena hitungannya kalau PDIP (suaranya) 24 persen, Gerindra itu 13 persen itu baru kurang dari 40 persen, kalau dua calon (capres) ya kalah. Tapi kalau itu dikombinasi dengan partainya yang mendukung Mas Anies wah itu bisa sesuatu," tambahnya.

Menurutnya, pasangan Puan-Anies sulit dibendung. Sebab, antara nasionalis dan religius sudah bersatu. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini