Permintaan kiai, NasDem yakin Jokowi izinkan Khofifah maju Pilgub Jatim

Senin, 6 November 2017 12:09 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Mensos Khofifah temui keluarga Isa-Joni. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Partai NasDem, Golkar dan Demokrat telah mengungkapkan minatnya mengusung Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa maju Pilgub Jawa Timur 2018. Bahkan, ketiga partai ini berniat deklarasi bareng.

Sekretaris Bappilu NasDem Willy Aditya mengatakan, pendaftaran calon gubernur dan calon wakil gubernur masih dua bulan lagi yakni Januari 2018. Saat ini, partai pengusung Khofifah tengah mematangkan komunikasi.

"Pendaftaran masih bulan Januari, dan kita sedang mematangkan bulan ini untuk deklarasi bersama untuk Khofifah," kata Willy saat dihubungi merdeka.com, Senin (6/11).

NasDem tak jadi soal dengan status Khofifah yang masih jadi menteri di kabinet kerja Jokowi-JK. Willy memastikan, Khofifah akan segera mundur dari kabinet.

"Komunikasi dengan presiden sudah pernah kita bahas dengan bu Khofifah. Bu Khofifah akan mundur begitu daftar sebagai cagub nanti," kata Willy yang juga Wasekjen NasDem ini.

Di sisi itu, Willy yakin, Presiden Jokowi akan mengizinkan anak buahnya untuk bertarung di Pilgub Jatim. Apalagi, dukungan Khofifah maju ini datang dari para kiai sepuh di Jawa TImur.

Oleh sebab itu, Willy merasa, tak mungkin Jokowi tidak memberikan izin dan mengabulkan permintaan para kiai agar Khofifah maju Pilgub Jatim.

"Melihat permintaan dari kalangan para kiai untuk Khofifah maju, tentu itu akan jadi pertimbangan Pak Jokowi. Ada arus besar dari kalangan NU untuk menjadi kan warga NU sebagai gubernur mereka di Jatim. Itu kami dapat kan melakukan pendalaman melalui beberapa FGD di basis NU Jatim," kata Willy lagi.

Saat ini, para kiai yang dipimpin KH Sholahuddin Wahid tengah menggodok tiga nama yang akan mendapingi Khofifah. Dalam waktu dekat, nama wakil dari ketua umum Muslimat NU itu akan segera diumumkan.

"Jadi kami serahkan sepenuhnya, poinnya saling melengkapi secara wilayah, kapasitas, elektabikitas dan lainnya," kata Willy.

Kursi kosong Menteri Sosial

Khofifah diyakini akan segera mundur dari kursi menteri sosial. Lalu yang menjadi pertanyaan, siapa sosok pas untuk menjadi menggantikan Khofifah?

Willy tak mau lebih jauh mengomentari tentang kursi kosong yang ditinggal Khofifah di kabinet nantinya. Dalam hal ini, NasDem menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Joko Widodo.

"Kami dukung Pak Jokowi totalitas saja, nngak ada preferensi siapa-siapa sebagai gantinya bu Khofifah. Kami samikna wa atokna," kata Willy.

Willy juga tak mau bicara usulan partainya untuk pengganti Khofifah di kursi menteri sosial. [rnd]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.