Pengamat Nilai Bamsoet Berpeluang jadi Ketum Golkar jika Munas Dipercepat

Selasa, 27 Agustus 2019 21:38 Reporter : Nur Habibie
Pengamat Nilai Bamsoet Berpeluang jadi Ketum Golkar jika Munas Dipercepat Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo. ©2019 Merdeka.com/ Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Bambang Soesatyo dan Airlangga Hartarto tengah bersaing menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Perebutan kursi atau jabatan untuk menjadi orang nomor satu di partai berlambang pohon beringin ini akan dimulai saat Musyawarah Nasional (Munas). Sementara, hingga kini jadwal Munas masih belum ditentukan.

Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo mengungkapkan baik buruk jika Munas dipercepat atau sesuai AD/ART Partai Golkar. Menurutnya, jika Munas dipercepat, Bamsoet berpeluang besar terpilih menjadi Ketum. Tetapi, jika Munas pada Desember, Airlangga akan memiliki waktu lebih untuk berkonsolidasi.

"Sebenarnya Desember secara gampang posisi Pak Airlangga masih on the track dan masih konsolidasi partai untuk bertemu Jokowi itu sinyal politik juga dalam menjaga eksistensi dan memperlihatkan Istana," kata Ari di Hotel Peninsula, Jakarta Barat, Selasa (27/8).

"Tapi makanya kalau September ini itu terjadi munas itu peluang besar untuk Bamsoet, tapi kalau Desember itu bisa kita baca tracknya posisi kuat konsolidasi partai. Karena Golkar sudah aksi menolak terjadi, tapi bagaimana itu dikonsolidasikan. Hal menarik sebagai dinamika politik hal yang mungkin tidak terjadi di PDIP dan Gerindra buat gembok-gembok," sambungnya.

Menurutnya, jika Munas Golkar dipercepat, maka ketum terpilih juga berpeluang dijadikan menteri oleh Presiden Jokowi. Selain itu, Ari memprediksi, jadwal Munas juga akan mempengaruhi sikap Jokowi mengotak-atik menteri dari Partai Golkar.

"Kalau sekarang politik kuat untuk menyerahkan siapa calon-calon menteri dari Golkar itu dalam posisi ketum. Dan kontestasi juga ke sana, yang dipersiapkan oleh Golkar untuk posisi menteri. Meskipun Pak Jokowi bilang final saya yakin masih dalam proses konfigurasi penyusunan. Final dalam arti kuota-kuota partainya," ungkapnya.

"Tarik menarik nama menteri dari Golkar ini sebagian terus menarik dukungan untuk munas Golkar ke depan. Kalau bulan depan munas terjadi peta politiknya berubah, tapi hari ini secara eskalasi politik," sambungnya.

Ari menyarankan, Airlangga Hartarto fokus menyiapkan nama-nama calon menteri bila Munas tidak digelar pada September tahun ini.

"Ketika September Golkar masih adem-adem saja, sebenarnya fokus. Jadi kita sebaiknya fokus untuk menyiapkan nama-nama siapa yang akan menjadi menteri-menteri Golkar, itu kan begitu taktis untuk dikomunikasikan di internal Golkar," tutup Ari. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini