Peneliti LSI Denny JA yakini Ahok bisa menaikkan pemilih nonmuslim Jokowi
Merdeka.com - Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby mengatakan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bisa menaikkan elektabilitas pasangan petahana Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma'ruf Amin bisa di Pilpres 2019. Hal itu, kata dia, bisa terjadi jika Ahok bergabung ke koalisi Jokowi-Ma'ruf dan menjadi juru kampanye.
"Saya pikir iya (menaikkan suara Jokowi)," kata Adjie di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (21/8).
Keberadaan Ahok dipercaya bisa mempengaruhi suara pemilih nonmuslim di Pilpres 2019. Pemilih nonmuslim, lanjut Adjie akan lebih mudah lagi melabuhkan dukungannya untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf.
"Ketika Pak Ahok kemudian masuk, menjadi salah satu tim Pak Jokowi, akan menambah atau meyakinkan pemilih nonmuslim untuk tetap atau tidak meninggalkan Pak Jokowi. Artinya tetap memilih pasangan Jokowi-Ma'ruf," ungkapnya.
Meski begitu, lanjut Adjie, koalisi Jokowi harus memperhatikan cara masuknya Ahok ke dalam tim pemenangan. Sebab, jika tidak hati-hati justru akan mengganggu pemilih muslim yang tadinya ingin memilih Jokowi-Ma'ruf.
"Memang cara masuknya yang harus elegan. Kalau tidak hati-hati bisa membuat pemilih muslim akan lari ya. Mungkin strateginya agak silent," ucapnya.
"Kita lihat beberapa waktu lalu muncul statement Ahok masuk sebagai tim tapi isu itu meredam. Itu artinya mereka sadar masuknya Pak Ahok akan mengganggu pemilih Pak Jokowi di segmen pemilih muslim," tandasnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya