Pelajar BPK Penabur Nyanyikan Lagu Syubbanul Waton di Harlah NU

Minggu, 31 Januari 2021 19:29 Reporter : Merdeka
Pelajar BPK Penabur Nyanyikan Lagu Syubbanul Waton di Harlah NU Robikin Emhas. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejumlah murid Sekolah Badan Pendidikan Kristen (BPK) Penabur turut memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-95 Nahdlatul Ulama (NU). Dalam peringatan tersebut paduan suara BPK Penabur menyanyikan lagu Syubbanul Wathon atau Cinta Tanah Air.

Berdasarkan dari website resmi milik NU, lagu Syubbanul Wathan diciptakan oleh KH Abdul Wahab Chasbullah pada tahun 1916.

Lagu yang dinyanyikan secara daring tersebut diunggah dalam YouTube NU Channel hingga Info GP Anshor Jakarta pada Minggu (31/1).

Berikut lirik lagu Syubbanul Wathan:

Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon

Hubbul Wathon minal Iman

Wala Takun minal Hirman

Inhadlu Alal Wathon

Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon

Hubbul Wathon minal Iman

Wala Takun minal Hirman

Inhadlu Alal Wathon

Indonesia Biladi

Anta ‘Unwanul Fakhoma

Kullu May Ya’tika Yauma

Thomihay Yalqo Himama

Kullu May Ya’tika Yauma

Thomihay Yalqo Himama

Pusaka Hati Wahai Tanah Airku

Cintamu dalam Imanku

Jangan Halangkan Nasibmu

Bangkitlah Hai Bangsaku

Pusaka Hati Wahai Tanah Airku

Cintamu dalam Imanku

Jangan Halangkan Nasibmu

Bangkitlah Hai Bangsaku

Indonesia Negeriku

Engkau Panji Martabatku

Siapa Datang Mengancammu

Kan Binasa di bawah durimu

Siapa Datang Mengancammu

Kan Binasa di bawah durimu

Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) genap berusia ke-95, bahkan Presiden Jokowi turut mengucapkan selamat ulang tahun. PBNU mengucapkan terima kasih atas ucapan Presiden tersebut.

"Terima kasih ucapan harlah dan doanya, Pak Jokowi. Doa terbaik untuk Presiden beserta jajarannya, rakyat dan bangsa Indonesia seluruhnya," kata Ketua PBNU Robikin Emhas, Minggu (31/1).

Dalam momentum harlah NU ini, mengajak semua pihak untuk menghadapi pandemi Covid-19 dan bencana alam yang menimpa negeri Indonesia. Menurut dia, kolaborasi semua pihak, mutlak harus dilakukan.

Reporter: Ika Defianti (Liputan6) [did]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. PBNU
  3. Nahdlatul Ulama
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini