Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PDIP sebut teriakan 'ganti presiden' di acara KPU Jambi pelanggaran serius

PDIP sebut teriakan 'ganti presiden' di acara KPU Jambi pelanggaran serius PDIP terima kunjungan KIP. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai teriakan '2019 ganti presiden' dalam acara pagelaran seni dan budaya menyambut pemilu 2019 yang diselenggarakan KPU Jambi merupakan pelanggaran serius. Sebagai penyelenggara pemilu, kata Hasto, KPU Jambi seharusnya tidak boleh berpihak kepada salah satu calon tertentu.

"Kami sangat menyesalkan. Bahkan itu bagian dari pelanggaran serius," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/4).

Pelanggaran ini, menurut Hasto, telah memenuhi syarat untuk diadukan ke Dewan Kehormatan Pengawas Penyelenggara Pemilu (DKPP). Disinggung apakah PDIP akan menginisiasi pelaporan KPUD Jambi ke DKPP, Hasto mengaku akan mengecek kebenaran video teriakan '2019 ganti presiden' dari atas panggung tersebut.

"Ya kami akan lihat terlebih dahulu. Namanya zaman sekarang video itu kan bisa dibuat," tegas dia.

Jika video berdurasi 25 detik itu terbukti benar, Hasto menganggap KPUD Jambi telah melanggar prinsip netralitas.

"Apa pun acara yang diselenggarakan oleh KPU harus dilakukan treatment yang sama secara fair kepada seluruh pasangan calon," tandas Hasto.

Diketahui, penggalan video berdurasi 25 detik tengah ramai dibicarakan oleh warganet, khususnya di media sosial Twitter. Pasalnya, video yang di unggah oleh akun dengan nama @AdellaWibawa itu menampilkan acara Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jambi Yang terselip oleh teriakan '2019 ganti presiden' dari atas panggung.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jambi Subhan, orang yang melontarkan ucapan itu bukan lah pihak dari KPUD tetapi dari partai politik yang bersangkutan.

"Betul. Yang berbicara dipanggung itu bukan KPU atau MC KPU, tapi pemain parodi dari partai," ucap Subhan.

Menurut Subhan, Partai Gerindra bukan satu-satunya partai yang menampilkan soal pergantian presiden dalam penampilannya. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pun, kata dia, menyuguhkan hal senada.

Meski begitu Subhan menyampaikan, memang tidak ada aturan bagi masing-masing partai politik terkait penampilan mereka di panggung. KPUD Jambi masih akan mengkaji terkait penampilan Partai Gerindra tersebut, apakah akan menegur partai yang dipimpin oleh Prabowo Subianto itu atau tidak.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP