PDIP Janji Jadi Jembatan Pemerintah Pusat dan Warga Aceh

Minggu, 8 September 2019 20:04 Reporter : Merdeka
PDIP Janji Jadi Jembatan Pemerintah Pusat dan Warga Aceh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat pembekalan pengurus DPD dan DPC PDI Perjuangan se-Provinsi Aceh. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto meminta kadernya di Aceh untuk menjadi pelopor kemajuan Indonesia. Hal ini disampaikan Hasto saat DPP PDI Perjuangan menggelar pembekalan kadernya di Aceh, Minggu (8/9).

"Saat negara-negara lain, seperti India sudah berangkat ke Mars, kita masih berkutat dalam masalah masing-masing. Karena itu, kita tak boleh kalah, harus maju, mulai dari Aceh inilah Indonesia menunjukkan kemajuan," ucap Hasto.

Di depan sekitar 1000-an kader yang tergabung di acara itu, Hasto berpesan agar Aceh sebagai ujung daerah penjaga Pancasila. Dari Serambi Mekah itu, rakyat Aceh harus melahirkan tokoh-tokoh yang punya prinsip yang kokoh tentang persatuan dan kemajuan yang progresif. Seperti semangat Bung Karno.

Dia juga mendorong para kadernya untuk melakukan pendekatan dengan tokoh-tokoh setempat Aceh dan partai lokal. Hasto menginginkan para kadernya mengedepankan semangat persaudaraan dengan seluruh lapisan masyarakat Aceh.

"Kita mengharapkan PDI Perjuangan menjadikan jembatan yang baik antara pemerintah pusat dengan masyarakat Aceh," ungkap Hasto.

Hasto juga berpesan agar pada pemilu yang akan datang, DPD Aceh PDIP mengirimkan satu perwakilannya ke Senayan. Hal ini untuk menyempurnakan Aceh dengan mengirimkan perwakilannya lewat PDIP ke DPR RI.

"Kita konteksnya PDI Perjuangan kokoh dalam menjalani ideologi dengan Pancasila, guna menjaga NKRI, kebhinekaan Indonesia, dan menjalankan amanat konstitusi. Karena itu representasi menjadi penting bahwa di dalam target pemilu ke depan di setiap daerah pemilihan sekurang-kurangnya ada satu perwakilan dari PDI Perjuangan," jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Hasto juga menyinggung soal serangan politik yang ditujukan pada PDIP. Salah satunya anti-Islam. Menurutnya, ini tidak benar. Bung Karno pun belajar tentang Islam dari KH Ahmad Dahlan dan Umar Said Cokroaminoto.

"Bagaimana di hati Bung Karno kalau dibelah di dalamnya terdapat Islam. Dengan demikian, ketika ada pihak-pihak yang mencoba menebarkan isu PDI Perjuangan dikatakan antiislam, itu karena mereka tidak punya cara lain kecuali memfitnah," ucapnya.

Ketua DPD PDI Perjuangan Aceh, Muslahuddin Daud, juga menyatakan salah satu program yang akan mereka lakukan ke depan adalah memperkuat kemampuan intelektual kader. Sehingga mampu melawan berbagai hoaks dan fitnah yang kerap dilemparkan ke arah partai itu. Seperti hoaks soal 'PKI', 'anti-Islam', dan sebagainya.

"Kita akan respons dengan santun sebab inilah cerminan PDI Perjuangan," pungkas Daud.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6.com [noe]

Topik berita Terkait:
  1. PDIP
  2. Hasto Kristiyanto
  3. Aceh
  4. Banda Aceh
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini