PAN pertimbangkan isu kontrak politik Demokrat buat usung Deddy Mizwar
Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hanafi Rais mengatakan isu adanya kontrak politik antara Deddy Mizwar dengan Demokrat akan menjadi pertimbangan untuk kembali mendukungnya di Pemilihan Gubernur Jawa Barat. Isi kontrak politik itu yakni Demiz harus mendukung calon presiden yang diusung Partai Demokrat di Pilpres 2019 mendatang.
"Ya kan ini belum pasti kan. Artinya itu menjadi catatan Pak Zul untuk memberikan keputusan politik ya," kata Hanafi di Kantor SMRC, Jalan Cisadane Nomor 8, Menteng, Jakarta, Selasa (2/1).
Hanafi meminta ajang Pilkada 2018 tidak dikaitkan dengan Pilpres 2019. Dia menyebut seharusnya setiap partai fokus pada pemenangan Pilkada tanpa kepentingan di Pilpres.
"Jadi kita bicara pilgub sekarang ini ya khusus pemenangan pilgub saja dulu. Nanti soal Pilpres kita bicara koalisi secara nasional bukan di daerah-daerah," tegasnya.
Hanafi menyebut peluang PAN mendukung Demiz masih terbuka. Untuk kembali mendapatkan dukungan, PAN memberikan syarat untuk Demiz. Demiz diminta membuat komitmen untuk memajukan Jabar.
"Kita ingin ada komitmen keberpihakan yang jelas dari calon yang kita dukung. Kalau Jabar ini luas punya lahan yang bisa dimanfaatkan untuk ketahanan pangan, nah komitmen cagub itu apa di situ," ungkapnya.
Hanafi menyebut Ketum PAN Zulkifli Hasan akan menggelar pertemuan kembali dengan Wakil Gubernur Jabar itu pekan ini. Wacana PAN kembali mendukung Demiz mencuat setelah Zulkifli Hasan menyatakan masih berkeinginan mendukung Demiz pada Jumat (29/12) lalu.
"Saya kira minggu ini ya. Karena minggu depan sudah mulai pendaftaran," ujar Hanafi.
Soal dukungan ke Mayjen (Purn) Sudrajat- Ahmad Syaikhu, Hanafi menegaskan keputusan itu belum final. Sejauh ini, koalisi PAN, PKS dan Gerindra masih mencari pasangan bersama untuk diusung.
Jika terjadi ketidaksamaan soal pasangan yang diusung, lanjut Hanafi, bukan tidak mungkin PAN akan berpisah dengan PKS dan Gerindra di Pilgub Jabar.
"Khusus soal Jabar, memang masih dibicarakan bukan berarti Sudradjat dan Syaikhu tidak didukung, tidak. Karena masih dalam proses pembicaraan, jadi belum ada kata final. Nanti minggu depan insya Allah sudah definitif," tandasnya.
Diketahui, Partai Amanat Nasional (PAN) tampaknya belum bulat mengusung Mayjen (Purn) Sudrajat-Ahmad Syaikhu sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat bersama PKS dan Partai Gerindra. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengaku masih berkeinginan Deddy Mizwar menjadi calon gubernur Jawa Barat.
"Hati saya masih di Demiz, tapi saya kan enggak bisa sendiri. Karena itu saya nanti lah terakhir bagaimana memikirkannya Jabar itu," kata Zulkifli.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya