Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PAN: Bupati sampai Presiden tak boleh gunakan SARA untuk kampanye

PAN: Bupati sampai Presiden tak boleh gunakan SARA untuk kampanye Taufik Kurniawan. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Taufik Kurniawan merespon positif permintaan maaf yang dilakukan oleh bakal calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Hal ini terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok dengan mengutip Surah Al Maidah ayat 51 untuk kepentingan Pilgub DKI.

"Ada permintaan maaf dari Pak Ahok itu kita respon positif ya," ujar Taufik di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (11/10).

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) itu mengimbau agar keberlangsungan kampanye apapun yang dilakukan oleh calon pemimpin untuk tidak menyinggung aspek SARA. Dengan begitu maka kondisi gelaran Pilkada serentak dapat berjalan damai dan aman.

"Kita setuju untuk tidak boleh menyentuh aspek SARA dalam kampanye di mana pun itu dari pemilihan bupati sampai ke Presiden tidak boleh terjadi," jelasnya.

Dia berharap, kasus tersebut dapat dijadikan momentum untuk masyarakat agar bisa memilih pemimpin yang terbaik. Menurutnya, isu-isu SARA di tengah proses demokrasi tidak seharusnya menyebabkan disintegrasi bangsa.

"Diharapkan kepada siapapun juga harus berhati-hati memberikan statement. Siapapun juga karena ini selagi secara prinsip, kita harus menghormati," tuturnya.

Meski demikian, Dia mengaku masih menunggu hasil proses hukum mengenai kasus Ahok tersebut.

"Kita cermati terlebih dahulu. Proses hukum maupun proses penyampaian maaf ini kan terpisahkan. Proses hukum tentunya terkait dengan ada yang melaporkan ada yang pihak terlaporkan," imbuhnya. (mdk/sho)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP