Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Nurdin Halid ingin gantikan Syahrul Yasin Limpo untuk ketiga kali

Nurdin Halid ingin gantikan Syahrul Yasin Limpo untuk ketiga kali Nurdin Halid. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Calon Gubernur Sulawesi Selatan nomor urut Satu, Nurdin Halid percaya diri bakal terpilih pada Pilgub tahun ini. Dia ingin menggantikan Syahrul Yasin Limpo (SYL) pada jabatan gubernur, melanjutkan dua kali pengalaman sebelumnya menggantikan orang yang sama pada lingkup jabatan lain.

Diketahui SYL bakal mengakhiri sepuluh tahun masa jabatannya memimpin Sulsel, pada April mendatang.

"Tahun 1983, saya pertama bekerja di kabupaten Gowa sebagai manager PUSKUD (Pusat Koperasi Unit Desa) Gowa. SYL, sahabat saya adalah camat di Bontonompo. Jadi sejak tahun itu sudah behubungan dengan beliau. Kalau mau menyalurkan pupuk disana atau kalau ada kelangkaan saya hubungi pak camat," kenang Nurdin, Jumat (9/3) lalu.

Nurdin menjelaskan, selama puluhan tahun dia menjalin persahabatan dengan SYL. Pada tahun 1994, Nurdin menjadi wakil ketua Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI) Sulsel. Sedangkan SYL ketuanya.

Hingga akhirnya tahun 1995, Nurdin didaulat menggantikan posisi SYL menjadi ketua AMPI Sulsel.

“Saat SYL Ketua AMPI Sulsel, saya yang gantikan beliau. Lalu tahun 2016 masa jabatan SYL berakhir dari ketua Golkar Sulsel, saya yang ganti. Insya Allah tahun 2018, SYL berakhir menjadi gubernur saya yang ganti," ujar Nurdin.

Nurdin menyatakan bahwa dirinya dan SYL selama ini tidak pernah terjalin persaingan, justru berkawan dan bersahabat. Adapun terkait estafet kepemimpinan, mantan ketua PSSI tersebut menganggap bahwa harus merujuk pada kompetensi bukan atas dasar kekeluargaan ataupun yang lainnya.

"Saya hendak menjadi gubernur untuk mensejahterahkan masyarakat tanpa pandang bulu, etnis, suku dan agama. Dukungan masyarakat bagi saya menjadi semangat untuk melawan kemiskinan, kesenjangan, penganggran dan intimidasi," tambahnya.

Beberapa waktu lalu SYL terang-terangan menolak menjadi juru kampanye NH. Namun Nurdin menghargai keputusan itu. Menurutnya, meski nama SYL masuk dalam nominasi juru kampanye lantaran statusnya yang merupakan pengurus DPP Golkar, masih banyak daftar tokoh berpengaruh yang siap menjadi juru kampanye Nurdin bersama Aziz Qahhar Mudzakkar.

"Soal SYL menolak, NH-Aziz juga masih memiliki tim lain. Kalau partai mungkin karena dia (SYL) anggota Golkar, tapi kalau NH-Aziz hanya berfokus mempersiapkan kampanye," tutupnya. (mdk/paw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP