NasDem Soal Pembubaran Koalisi: Kami Memikirkan Suksesnya Kabinet

Senin, 10 Juni 2019 15:30 Reporter : Sania Mashabi
NasDem Soal Pembubaran Koalisi: Kami Memikirkan Suksesnya Kabinet Johnny G Plate. ©2018 Merdeka.com/Hari Ariyanti

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G Plate menilai pemikiran Wasekjen Partai Demokrat Rachlan Nashidik soal Koalisi Indonesia Kerja (KIK) paling keberatan jika dibubarkan karena sudah memikirkan pembagian kursi menteri terlalu pragmatis. Padahal, kata dia, KIK selalu memikirkan kesuksesan dalam kabinet.

"Hanya memikirkan kursi menteri merupakan gambaran cara berpikir yang sangat pragmatis dan dalam perspektif yang sempit, sedangkan kami memikirkan suksesnya kabinet dan koalisi parlemen yang konstruktif tentu dengan cara berpikir dan dalam perspektif yang jauh lebih luas," kata Plate di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/6).

Plate juga yakin apa yang diucapkan Rachlan soal pembubaran koalisi bukan sikap resmi Partai Demokrat. Alasannya, ucapan tersebut tidak datang dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Sebetulnya Kami tidak ingin tanggapi pernyataan tersebut karena bukan datang dari Pak SBY sebagai Ketum Demokrat," ungkapnya.

Tambahnya, para elite politik saat ini adalah sebaiknya tidak membuat komentar yang membuat suasana semakin panas. Plate pun yakin SBY sudah memiliki sikap tersendiri ketika KPU menetapkan hasil Pilpres 2019.

"Kami yakini bahwa pak SBY sebagai Ketum Demokrat akan mempertimbangkan dengan matang langkah politik setelah pengumuman dan penetapan hasil Pilpres oleh KPU RI. Bagi kami Koalisi Indonesia Kerja, show has to go on, kami menatap masa depan dan berkerja untuk masa depan Indonesia," ucapnya.

Sebelumnya, Wasekjen Partai Demokrat Rachlan Nashidik menilai partai pendukung Joko Widodo ( Jokowi)- Ma'ruf Amin paling keberatan jika koalisinya dibubarkan. Sebab, kata dia, partai koalisi Jokowi-Ma'ruf sudah membayangkan akan mendapatkan kursi-kursi menteri saat Jokowi resmi menjabat sebagai presiden periode 2019-2024.

"Kelihatannya koalisi 01 yang paling keberatan. Mereka membayangkan Pak Jokowi sudah pasti jadi Presiden lagi, dan karena itu membayangkan sudah pasti mereka akan mendapat jatah kursi kabinet. Proposal saya dianggap akan mengurangi kepastian yang mereka bayangkan," kata Rachlan dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/6). [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini