NasDem nilai pemilih DKI cerdas, tak pengaruh nama Mega atau SBY
Merdeka.com - Petinggi partai ternyata tidak berpengaruh besar kepada tingkat keterpilihan masyarakat terhadap 3 pasangan calon di Pilgub DKI Jakarta 2017. Ini terlihat dari hasil survei yang dirilis Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi).
Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago menilai, tren tersebut menunjukkan bahwa warga Jakarta sudah cukup cerdas dalam memilih calon pemimpin mereka. Apalagi, era para elite parpol untuk berkiprah di birokrasi sudah selesai.
"Warga DKI sudah cerdas, kan yang dipilih kan gubernur, bukan mantan presiden atau presiden. Kalau mantan presiden kan masanya sudah lewat. Dan di masa mereka jadi presiden ngaruh enggak merubah Jakarta?" kata Irma kepada merdeka.com, Senin (31/10).
Menurutnya, faktor yang paling dominan dari keterpilihan adalah kandidat calon gubernur dan wakil gubernur masing-masing. Meski begitu, dia menilai, figur petinggi parpol masih memberikan efek untuk pemenangan pasangan calon tertentu.
"Kalau pengaruh pasti ada, tapi tidak dominan," terangnya.
Seperti diketahui, Lembaga Survei Kedai Kopi menilai, sosok petinggi partai tidak mempengaruhi pilihan masyarakat terhadap 3 pasangan calon di Pilgub DKI Jakarta 2017. Sosok Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP nyatanya tak banyak berpengaruh pada pilihan masyarakat untuk memilih pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot).
"Hanya ada 24,5 persen yang menyatakan memilih pasangan Ahok-Djarot karena ada sosok Megawati sebagai Ketua umum partai. Sementara 58,6 persen mengatakan tidak terpengaruh oleh sosok Megawati. Sementara sisanya 16,9 persen tidak tahu," kata Founder Kedai Kopi Hendri Satrio di Kedai Dua Nyonya, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (30/10).
Begitu pula, sosok Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merupakan Ketua Umum Partai Demokrat terhadap pemilih pasangan Agus-Sylvi. Meski SBY merupakan ayah dari Agus Harimurti Yudhoyono, namun hal itu tak menjadi alasan utama pemilih mendukung Agus.
"Sebanyak 53,5 persen menyatakan sosok SBY tidak memengaruhi dirinya dalam memilih pasangan Agus-Sylvi. Hanya ada 29,8 persen yang mengatakan memilih Agus-Sylvi karena ada sosok SBY di baliknya. Sisanya 16,7 persen tidak tahu," papar Hendri.
Begitu juga dengan sosok Prabowo Subianto sebagai Ketua umum Partai Gerindra terhadap pasangan Anies-Sandi. Hanya ada 22,9 persen yang memilih pasangan Anies-Sandi karena sosok Prabowo.
"Sebanyak 56,3 persen mengaku faktor Prabowo bukanlah hal yang menentukan dirinya akan memilih pasangan Anies-Sandi. Sementara 20,8 persen menjawab tidak tahu," ujar Hendri. (mdk/rnd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya