Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Meski sudah terima mandat pencapresan, peluang Prabowo tak maju Pilpres masih ada

Meski sudah terima mandat pencapresan, peluang Prabowo tak maju Pilpres masih ada Prabowo Subianto. ©instagram/Prabowo Subianto

Merdeka.com - Partai Gerindra telah memberi mandat pencapresan kepada sang ketua umum, Prabowo Subianto. Mantan Danjen Kopassus itu pun menerima mandat pencapresan dirinya itu.

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menegaskan mengusung Prabowo sebagai capres adalah final bagi Gerindra. Partainya akan konsisten mendukung Prabowo melawan Jokowi di Pilpres mendatang.

Namun pandangan berbeda datang dari pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio. Dia menilai peluang Prabowo tak maju capres dan mengusung orang lain masih ada. Setidaknya dia menilai ada dua faktor yang bisa membuat Prabowo tidak jadi maju.

"Bisa saja ada arahan langsung dari Prabowo mengusung orang lain, jadi dia tidak mendaftar, itu bisa saja," ujar Hendri kepada merdeka.com melalui sambungan telepon, Sabtu (14/4).

Faktor kedua, menurutnya, perolehan hasil Pilkada 2018. Menurutnya, salah satu faktor yang menentukan apakah Prabowo akan maju kembali atau tidak adalah hasil Pilkada Serentak 2018.

Apalagi, katanya, jika dilihat sejumlah hasil survei, elektabilitas Prabowo masih berada jauh di bawah Jokowi.

"Kalau dari hasil Pilkada 2018, Gerindra tidak menang atau tidak memperoleh suara banyak itu bisa dipertimbangkan (Prabowo tak maju). Soalnya kalau dilihat berdasarkan survei secara personil itu jauh sekali Prabowo (mengalahkan) Jokowi," ujarnya.

Menurutnya, pemberian mandat oleh Gerindra bagi Prabowo sebagai bentuk penyemangat seluruh kader jelang Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 mendatang. Hal ini dinilai wajar sebagai penentu langkah politik selanjutnya.

"Ya pemberian mandat itu sebagai booster saja bagi seluruh kader (Gerindra)," katanya.

Diketahui, Rabu (11/4) lalu, Gerindra mengadakan Rakornas di Hambalang, Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, Gerindra memberikan mandat sepenuhnya kepada Prabowo kembali menjadi calon presiden di 2019 nanti, bersaing dengan Jokowi. Prabowo pun menyatakan siap menjalankan mandat tersebut.

Wakil Sekretaris Jenderal Gerindra, Andre Rosiade optimis elektabilitas mantan Danjen Kopassus itu berangsur meningkat sehubungan dengan pendeklarasian. Dia menganggap merupakan hal wajar jika saat ini elektabilitas Prabowo jauh di bawah Jokowi.

"Wajar karena pak Prabowo belum bergerak. Tapi Faktanya kan elektabilitas pak Jokowi kan stagnan di 40 persen," kata Andre. (mdk/dan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP