Megawati: Bagaimana mungkin ayah saya Soekarno pendiri PNI lalu dikatakan PKI?
Merdeka.com - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri angkat bicara soal hoax yang marak terjadi di media sosial. Menurutnya, masyarakat abad 21 adalah masyarakat informasi. Di era ini, akses ke media dan penciptaan opini begitu mudah yang memiliki dampak negatif yakni kebohongan yang direncanakan dan direkayasa.
"Seringkali tujuannya sengaja menjadikan permusuhan dan perpecahan, akibatnya tercipta korban yang tak berwajah. Di dunia maya korban tak lagi dikenal wajahnya. Para pelaku menggunakan identitas palsu memfitnah dan menghujat pembunuhan karakter terhadap siapapun yang mereka tidak sukai tanpa rasa bersalah," kata Megawati dalam pidato politiknya di perayaan HUT ke-45 PDIP, di JCC, Jakarta, Rabu (10/1).
Megawati lantas mengungkit isu sang ayah, Soekarno dan PDIP dikait-kaitkan dengan PKI.
"Bagaimana mungkin ayah saya proklamator pendiri PNI lalu dikatakan PKI? Lalu bagaimana mungkin kami PDIP pancasila dibilang PKI?," kata Megawati dalam pidato politiknya di perayaan HUT ke-45 PDIP, di JCC, Jakarta, Rabu (10/1).
Tak cuma itu, Megawati juga menyindir isu PKI pernah dikait-kaitkan terhadap Presiden Jokowi dan keluarganya.
"Lalu presiden kita simbol negara dibilang pak Jokowi PKI. Ibunya dikatakan orang China. Sampai saya bilang 'loh saya kenal sama ibunya pak Jokowi dari sebelum presiden lalu ibunya yang lain yang mana ya," kata Megawati.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya