Ma'ruf Tanggapi Kritik Prabowo: Kartu Prakerja Supaya Mudah Dapat Pekerjaan
Merdeka.com - Calon Presiden Prabowo Subianto dalam kampanye akbarnya hari ini di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta sempat menirukan salah satu tokoh pemimpin bangsa. Bahkan dirinya sempat mengkritik pemimpin bagi-bagi kartu, yang menurutnya rakyat lebih butuh pekerjaan.
Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin, mengkritik balik sindiran Prabowo Subianto ke Joko Widodo atau Jokowi.
"Kartu itu kan alatnya untuk mendapatkan pekerjaan. Dilatih dulu supaya orang yang punya kerjaan kan punya keterampilan, dilakukan skilling, upskilling, reskilling, diberi skill dulu kemudian diberikan Kartu Prakerja, supaya mudah mendapatkan pekerjaan," ujar Ma'ruf di kediamannya, Jakarta, Minggu (7/4).
Dia menuturkan, tak mungkin langsung diberikan pekerjaan, mengingat daya saing yang sekarang ini. Karenanya, dibutuhkan keterampilan, agar sumber daya manusia yang dimiliki bisa bersaing.
"Tidak ujug-ujug kerjaan, kerjaan. Orang kan butuh skill, di-skilling dulu, bahkan upskilling, reskilling, kartu tandanya bahwa dia sudah memperoleh skill. Jadi bukan kartunya dimakan," pungkasnya.
Sebelumnya, Prabowo Subianto menirukan seorang tokoh pemimpin Indonesia saat kampanye di GBK. "Kalian ingin dengar pemimpin politik Indonesia memberi sambutan?" tanya Prabowo kepada pendukungnya.
Hal ini dilakukan Prabowo agar orasinya menjadi lebih segar dengan disisipi guyonan. Kemudian, dia mulai berbicara mengikuti cara bicara salah satu pemimpin di Indonesia.
Dengan suara yang dibesar-besarkan, dan berusaha mengikuti gaya tokoh tersebut. "Saudara-saudara ekonomi Indonesia baik, pertumbuhan lima persen," tutur Prabowo mengikuti tokoh tersebut.
"5 Persen endasmu," kata dia.
"Bung kita butuh pekerjaan bukan kartu. Betul? Betul? Bagaimana mau lanjut atau tidak? Benar? Ini banyak ustaz mereka mau kasih tausiah kepada kalian," kata Prabowo.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya