Luhut Panjaitan Pimpin Pengukuhan Relawan Bravo 5 Jokowi-Ma'ruf di Riau
Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ikut hadir dalam pengukuhan Pengurus Relawan Bravo 5 Riau yang merupakan organisasi pendukung calon presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin Rabu (16/1). Pengukuhan dipimpin Arsadianto (Anto) Rahman, selaku Ketua Relawan Bravo 5 Riau.
Dalam organisasi itu, Luhut menjabat sebagai pimpinan Bravo 5 pusat, juga diikuti mantan anggota DPR RI, Ruhut Sitompul dan sejumlah pengurus Relawan Bravo 5. Pengukuhan itu juga disaksikan seribuan warga dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Anto mengatakan pengukuhan tersebut merupakan genderang perjuangan dalam memenangkan capres dan cawapres no urut 01 yakni Jokowi dan Ma'ruf Amin di wilayah Riau.
"Memenangkan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin adalah tujuan utama kehadiran kita. Khususnya di wilayah Riau," ucap abang kandung mantan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman itu.
Anto menjelaskan, pihaknya bersama relawan telah turun ke lapangan dengan melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait keberadaan relawan Bravo 5 Riau itu. Dia juga bertekad untuk mengungguli perolehan suara di Riau untuk pasangan Jokowi-Maaruf.
"Kita hadir juga ingin mematahkan survei bahwa pasangan no urut 2 yakni Prabowo Sandi memiliki survei yang tinggi di Riau. Kita siap terjun ke lapangan untuk memenangkan Jokowi dan Ma'ruf Amin," ucapnya.
Anto membeberkan strategi untuk memenangkan pasangan Jokowi-Maaruf itu di Riau. Mereka mengaku mendekati para petani dan juga kawula muda atau generasi milenial yang ada di Riau.
Bravo 5 terdiri dari berbagai organisasi. Seperti HKTI, Aspekir, NU, Pemuda Pancasila, Pemuda Katolik, dan juga Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau Apkasindo.
Kehadiran Luhut bertepatan dengan kunjungannya sebagai menteri ke berbagai wilayah di Riau. Luhut menyebutkan, pemerintahan yang dipimpin Presiden Jokowi telah menghasilkan berbagai pencapaian.
Salah satunya yakni infrastruktur, perkebunan sawit, dana desa bahkan juga program keluarga harapan (PKH).
"Secara nasional terdapat sekitar 14 juta hektare kebun sawit di Nusantara. 41 persen di antaranya dimiliki oleh petani kecil yang rata-rata 1-2 hektare. Memang harga sawit sempat turun namun presiden dengan sigap mengambil langkah dan hasilnya saat ini harga sawit cenderung naik," ucap Luhut.
Luhut mengatakan, saat ini pemerintah juga tengah melakukan langkah dengan penerapan Bio Solar (B20) yang diklaim cukup menguntungkan.
"Yang terbaru dan saat ini tengah kita godok adalah bagaimana oil palm kita rumah menjadi green by diesel," jelas Luhut.
Sebab saat ini Indonesia masih mengalami defisit. Langkah ini, lanjut Luhut, sangat potensial untuk mengurangi impor oil. Bahkan jika terlaksana sedikitnya Indonesia akan untung Rp14-Rp15 miliar.
"Dan tentu harga sawit akan naik dan kesejahteraan petani semakin terangkat. Dengan demikian angka kemiskinan juga menurun kembali," pungkasnya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya