Luhut: Jokowi tak ingin intervensi konflik di Golkar

Jumat, 5 Desember 2014 15:22 Reporter : Angga Yudha Pratomo
Luhut: Jokowi tak ingin intervensi konflik di Golkar Luhut Binsar Panjaitan. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Mantan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Luhut Binsar Panjaitan mengaku sempat bicara dengan Presiden Joko Widodo soal konflik di tubuh Golkar. Menurutnya, pemerintah akan ikut campur dalam permasalahan tersebut.

"Saya berbicara dengan Pak Presiden Joko Widodo. Dia mengatakan tak ingin mengintervensi konflik yang ada di Golkar saat ini," kata Luhut dalam rilisnya kepada merdeka.com, Jumat (5/12).

"Bila ada elemen yang dipersepsikan mencampuri masalah internal Golkar, sejatinya itu bukan keinginan Presiden," tambahnya.

Luhut juga menyoroti hasil munas Golkar di Bali yang berujung kembali dipilihnya Aburizal Bakrie sebagai ketua umum secara aklamasi. Bagi Luhut ini adalah peristiwa baru yang belum pernah terjadi.

"Mundurnya Airlangga (calon ketum) membuat sejarah dalam proses pemilihan ketua umum menjadi tak seperti biasanya. Tak ada persaingan. Di sisi lain, ada kelompok yang menentang Munas di Bali oleh Presidium Penyelamatan Partai Golkar pimpinan saudara Agung Laksono yang bermarkas di kantor DPP Golkar," jelasnya.

Mantan menteri perindustrian ini juga tidak bisa membayangkan kacau Golkar jika sampai ada Munas tandingan. Jika ini dilakukan Agung dkk, Luhut menilai perpecahan di tubuh partai beringin sudah sangat parah.

"Saya terus terang tergelitik. Timbul pertanyaan di benak saya, apa yang terjadi jika mereka benar-benar melakukan munas di Januari 2015 nanti," tandasnya. [did]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini