Luhut Jadi Penasihat Golkar, Kenapa JK Tidak Masuk?

Rabu, 15 Januari 2020 18:39 Reporter : Merdeka
Luhut Jadi Penasihat Golkar, Kenapa JK Tidak Masuk? Luhut Panjaitan. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menjelaskan alasan menunjuk Luhut Binsar Panjaitan sebagai Ketua Dewan Penasihat partai berlambang beringin itu. Salah satu alasannya lantaran Luhut kerap kali menjembatani pihak-pihak yang berkonflik.

"Ya tentu pak Luhut salah satu kader Golkar yang punya kebijakan. Kebijaksanaan dan punya jaringan yang luas," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/1).

Menurut dia, posisi Ketua Dewan Penasihat sangat pas untuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi itu. Sebab, Luhut merupakan salah satu politisi senior Partai Golkar yang mempunyai banyak pengalaman.

"Karena kan Pak Luhut kader Golkar dan memang membutuhkan penasehat untuk banyak hal," ucap Airlangga.

1 dari 2 halaman

Dia juga menjawab soal tak ada nama Jusuf Kalla (JK) yang tak masuk dalam susunan pengurus Dewan Golkar. Airlangga memastikan bahwa JK tetap bisa memberikan masukan meski tak mendapat jabatan.

Terlebih, juga ada 'orang dekat' JK yang masuk ke kepengurusan. Airlangga mengaku sudah mengkomunikasikan hal itu kepada JK.

"Ya beliau sebagai senior Partai Golkar yang setiap saat memberikan masukan dan ada beberapa tokoh-tokoh dekat dengan beliau yang ditugaskan di partai golkar. Beliau menugaskan," jelas dia.

2 dari 2 halaman

Sebagai informasi, terdapat lima Dewan dalam susunan pengurus Golkar yang terdiri dari Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Dewan Penasihat, Dewan Pakar dan Dewan Etik.

Aburizal Bakrie menjadi Ketua Dewan Pembina dan Luhut Binsar memimpin Dewan Penasihat. Ada pula nama Agung Laksono sebagai Ketua Dewan Pakar, Akbar Tandjung sebagai Ketua Dewan Kehormatan, serta Mohammad Hatta sebagai Ketua Dewan Etik. [rnd]

Baca juga:
Hubungi Sekjen, Bamsoet Sebut Susunan Pengurus Golkar yang Beredar Belum Final
Ada Luhut dan Aburizal, Ini Daftar Pengurus Golkar Periode 2019-2024
Golkar Gelar Rapat Formatur Dengar Keputusan Airlangga Soal Susunan Pengurus
Golkar Sebut Gerindra dan PKS Penyebab Pemilihan Wagub DKI Tak Kunjung Usai
Para Istri Politikus Golkar Bantu Korban Banjir Vila Nusa Indah

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini