LSI Denny JA: Emak-Emak Pilih Jokowi 57 Persen, Prabowo Cuma 27,8 Persen

Kamis, 7 Februari 2019 17:31 Reporter : Yunita Amalia
LSI Denny JA: Emak-Emak Pilih Jokowi 57 Persen, Prabowo Cuma 27,8 Persen Jokowi dan prabowo di istana. ©2016 merdeka.com/rizky erzi andwika

Merdeka.com - Gencar berkampanye ke sektor kaum emak-emak, ternyata tidak berpengaruh signifikan bagi pasangan Prabowo-Sandi. Hal tersebut setidaknya tercermin dari hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, elektoral Prabowo-Sandi di sektor perempuan 27,8 persen. Angka itu masih kalah dari Jokowi-Ma'ruf dengan keterpilihan 57,0 persen.

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Al Farabi mengatakan, belum maksimalnya elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 02 itu karena belum jelas program kampanye bagi kaum perempuan.

"Ketika mereka bicara soal harga kebutuhan bahan pokok memang ada, program seperti apa yang mereka tawarkan karena program yang dilakukan petahana saja mereka (pemilih perempuan) masih mikir, apalagi program yang belum jelas," kata Adjie di Graha Rajawali, Jakarta Pusat, Kamis (7/2).

Ia menambahkan, seharusnya sebagai penantang Prabowo-Sandi mampu memahami karakter pemilih khususnya di sektor perempuan. Bagaimanapun juga berdasarkan hasil survei, kaum perempuan masih gamang dengan program yang dapat memihak persoalan mereka.

"Ada 15,2 persen pemilih emak-emak yang belum menentukan pilihan. Ini menjadi gamang, bisa jadi pemilih berpikir pasangan yang ini belum jelas, saya tetap di sini saja. Artinya kerja melanjutkan lebih mudah ketimbang membangun awal," tandasnya.

Sementara itu hasil survei LSI Denny JA juga menunjukan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf masih unggul dari Prabowo-Sandi pada periode Januari.

Jelang dua bulan hari pencoblosan pada 17 April, elektabilitas pasangan nomor urut 01 itu sebesar 54,8 persen sedangkan pasangan nomor urut 02 sebesar 31,0 persen.

Jokowi-Ma'ruf juga unggul di lima sektor pemilih yakni pemilih muslim, pemilih non muslim, pemilih dengan pendapatan rendah, pemilih perempuan, dan pemilih milenial.

Survei ini dilakukan sejak 18-25 Januari dengan melibatkan 1.200 responden di 34 Provinsi di Indonesia. Metode yang digunakan pada survei ini adalah multistage random sampling dengan persentase kekeliruan kurang lebih 2,8 persen. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini