Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kubu Romi anggap Djan Faridz cari perhatian lakukan manuver murahan

Kubu Romi anggap Djan Faridz cari perhatian lakukan manuver murahan PPP deklarasi dukung Ahok Jarot. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - PPP kubu Djan Faridz menyatakan sebagai koalisi permanen dari PDIP. Hal itu ditunjukkan dengan dukungan kepada pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat di Pilgub DKI. Bahkan, kubu Djan mengklaim akan mendukung siapa pun calon kepala daerah yang diusung PDIP.

Sikap politik Kubu Djan dipertanyakan sejumlah pihak. Muncul dugaan, keputusan itu sebagai rayuan Kubu Djan agar pemerintah mengesahkan kepengurusannya. Sebab, Menkum HAM Yasonna Laoly dan Presiden Joko Widodo diketahui berasal dari PDIP.

Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi mengatakan, sikap kubu Djan itu hanya manuver politik untuk mencari perhatian. Menurutnya, tidak ada koalisi permanen di dalam politik. Apalagi, Pilkada tiap daerah memiliki konstalasi politik yang berbeda-beda.

"Itu hanya bunga-bunga politik dan cari perhatian saja, logikanya enggak ketemu. Mana ada koalisi permanen apalagi Pilkada yang jelas-jelas berbeda arah dukungan di setiap daerah. Hal tersebut menunjukkan lemahnya pemahaman geo politik," kata Baidowi saat dihubungi merdeka.com, Kamis (20/10).

Baidowi menyebut kepengurusan Djan tidak legalitas di mata hukum sehingga tidak mungkin bisa berkoalisi. Oleh karenanya, dia yakin pemerintah dan PDIP tidak akan terbujuk dengan manuver politik Djan.

"Dan lucunya lagi mau koalisi gimana, legalitas saja tidak punya. Kami yakin pemerintah tidak terpengaruh oleh manuver murahan tersebut. Karena pengesahan Menkum HAM atas Muktamar Pondok Gede sudah sesuai peraturan perundang-undangan," tegasnya.

Sebelumnya, Sekjen PPP kubu Djan Dimyati Natakusumah mengklaim partainya adalah koalisi permanen dengan PDIP. Bahkan tidak hanya diJakarta, katanya, PPP juga akan bersatu dan mendukung siapa pun calon kepala daerah yang diusung PDIP di semua daerah di Indonesia.

"Jadi kita PPP sudah canangkan kita adalah koalisi permanen dengan PDIP. Jadi seluruh pilkada yang ada PDIP-nya kita turut dukung, siapa pun," kata Dimyati di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/10).

Bahkan, Dimyati mengklaim jika perlu kantor DPP PPP dihubungkan dengan markas PDIP. Hal ini lantaran letak kantor kedua partai berdekatan. Kubu Djan juga menyebut PDIP adalah kawan lama yang berjuang bersama sejak Orde Baru.

"Kita mau buat connecting door antara PDIP dengan PPP. Kan kita satu tembok, kita buka nanti pintunya karena kalau enggak salah PDIP nomor 58, PPP 60. Berdempetan kan. PDIP PPP kawan lama, pada zaman Orde Baru senasib perjuangan dalam arti menderita saat itu bersama-sama," klaimnya. (mdk/sho)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP