Kubu Bamsoet Ungkap Suasana Rampinas Golkar: Mencekam dan Penuh Intimidasi

Jumat, 15 November 2019 19:47 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Kubu Bamsoet Ungkap Suasana Rampinas Golkar: Mencekam dan Penuh Intimidasi Rapimnas Golkar. ©2019 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Kubu Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyebut, suasana Rapimnas Partai Golkar di Hotel Sultan Ritz Carlton kemarin mencekam. Mereka menilai, suasana forum dipenuhi intimidasi psikologis yang luar biasa.

"Yang perlu diketahui kita tidak pernah rasakan Rapimnas semencekam itu suasana yang tidak kondusif, intimidasi psikologis yang luar biasa yang buat teman-teman tidak nyaman. Seperti pleno kemarin kawan-kawan saksikan tidak pernah pleno Partai Golkar dijaga pihak keamanan absensi dari depan dalam juga absen lagi," kata Jubir Bamsoet, Andi Sinulingga saat jumpa pers di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (15/11).

1 dari 2 halaman

Rapimnas Janggal

Kubu Bamsoet juga menilai Rapimnas kemarin janggal. Sebab, tidak memuat materi subtansi yang jelas untuk dibawa ke Munas Golkar pada Desember mendatang. Dia melihat Partai Golkar pada Rapimnas hanya berorientasi pada kekuasaan, bukan ide.

"Ada sesuatu yang janggal forum Rapimnas Golkar hanya menetapkan agenda terkait munas. Karena kita mau menuju munas, karena itu materi munas dirumuskan dan kemudian tidak minta persetujuan rapimnas untuk persetujuan materi," tuturnya.

"Terlihat bahwa sama sekali rapimnas tidak memuat subtansi apa yang mau dibawa ke Munas dan ini menurut saya partai Golkar tidak punya gagasan dan ide," ujar Ketua DPP Golkar itu.

2 dari 2 halaman

Rapimnas Picu Konflik Internal

Sementara, Wasekjen DPP Partai Golkar Viktus Murin, berujar bahwa situasi Rapimnas semalam bisa menimbulkan potensi konflik internal baru partai. Menurutnya, Rapimnas beringin berjalan prematur.

"Yang seharusnya bahas persiapan munas telah disetting dalam tanda petik seolah-olah sebagai munas yang prematur ini sesuatu yang bahayakan soliditas para anggota," ujarnya.

Menurutnya, pandangan DPD I soal pemilihan ketua umum Golkar harusnya disampaikan di forum Munas. Sehingga, dukungan mayoritas DPD I semalam untuk Airlangga tidak mencerminkan suara prioritas.

"Yang pasti pandangan umum dukung mendukung tadi malam di rapimnas yang seharusnya itu disampaikan di munas tetapi sudah lebih dulu prematur," ujar dia.

"Bagi kami tidak mencerminkan suara prioritas lebih dari 500 pemilik suara dari DPD II jadi suara DPD provinsi dari 34 provinsi belum representasikan kemajemukan apirasi yang ada dalam Golkar," tandasnya. [ray]

Baca juga:
Kubu Bamsoet Klaim Kantongi Dukungan 14 DPD I dan 383 DPD II
Kubu Bamsoet: 5 DPD I Golkar Tidak Bulat Dukung Airlangga
Kubu Bamsoet: Aklamasi Tak Dicegah, Airlangga Jadi Ketum Golkar Seumur Hidup
Nusron Wahid: Tidak akan Aklamasi, Ada 4 Calon Tantang Airlangga di Munas
Ridwan Bae Tegaskan 17 DPD Golkar Sultra Solid Dukung Airlangga

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini