Kubu Airlangga: Siapa yang Mau Akomodasi Kubu Bamsoet di DPP?

Kamis, 5 Desember 2019 17:46 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Kubu Airlangga: Siapa yang Mau Akomodasi Kubu Bamsoet di DPP? Airlangga Hartarto daftar Caketum Partai Golkar. ©2019 Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Rapat Komisi A Munas Partai Golkar telah menyepakati Airlangga Hartarto sebagai formatur tunggal atau penentu untuk membentuk kepengurusan pusat. Kubu Bambang Soesatyo sudah mengirim nama untuk masuk dalam struktur pusat.

Loyalis Airlangga, Ace Hasan Syadzily, menyebut kubu Bamsoet tidak perlu diakomodasi dalam struktur DPP. Sebab, Bamsoet tidak punya dukungan dari DPD I dan II di Munas.

"Enggak (akomodasi) lah konteksnya kemarin kan enggak ada DPD dukung Bamsoet kan basisnya pemilik suara ini kan DPD DPD tingkat satu. Kan mereka enggak ada yang dukung Bamsoet lalu siapa yang mau diakomodasi," kata Ace di Hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta, Kamis (5/11).

Lagipula, menurut Ace, Kubu Bamsoet tidak mengikuti Munas selama beberapa hari. Harusnya, gerbong Bamsoet mau berbaur di forum tertinggi partai Golkar ini.

"Seharusnya kan mereka ketika dinyatakan sudah bersama ya gabung dong ini Bamsoet enggak hadir selama Munas. Orang-orangnya kayak Robert (Kardinal), Nusron (Wahid), hadir gak?," kata Ace.

"Harusnya kan berbaur berdiskusi jadi bagian dari proses munas kan gak cuma pemilihan ketum tapi gagasan apa yang ditawarkan buat Golkar," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Loyalis Bamsoet Kirim Nama

Sebelumnya, pimpinan komisi A Munas, Azis Syamsuddin, menyebut para loyalis Bambang Soesatyo telah mengirim nama untuk masuk kepengurusan pusat. Namun, kata Azis, hal tersebut belum final.

"Belum final, masih dia ngirim-ngirim nama," ucap Azis.

Dikonfirmasi terpisah, Loyalis Bamsoet, Ahmad Noor Supit mempercayakan kepada Airlangga membentuk kepengurusan baru. Dia menyebut Airlangga menjanjikan gerbong Bamsoet masuk DPP.

"Iya lah (dijanjikan). Kita tunggu saja. Kan sudah disampaikan juga pada saat pidato pembukaan ada rekonsiliasi. Tinggal realisasi saja apa benar, apa enggak," kata Supit.

Kubu Bamsoet masih menunggu ajakan dari pihak Airlangga. Dia mengungkit kesepakatan Bamsoet mundur dari Caketum Golkar.

"Kalau satu deal ketika Bamsoet harus mundur itu. Mereka rekonsiliasinya adalah kepengurusan bersama," ujar dia.

Supit tidak memungkiri bila kubu Bamsoet meminta 30 persen di struktur kepengurusan pusat Golkar. Menurutnya, cerminan rekonsiliasi harus terealisasi di kepengurusan baru.

"Itu kan konsep ke konsep aja, pada intinya adalah, cerminan rekonsiliasi itu harus kelihatan dari nanti konfigurasi pengurus yang akan nanti diputuskan," pungkasnya. [bal]

Baca juga:
Aburizal Bakrie Kembali Jadi Ketua Dewan Pembina Golkar
Kubu Bamsoet Tagih Janji Airlangga Bentuk Kepengurusan Bersama
Membaca Gestur Jokowi dan Analisa Bamsoet Mundur dari Caketum Golkar
Ma'ruf Amin akan Tutup Munas Golkar Malam Ini
Ada Beda Pendapat, Sidang Komisi AD/ART Munas Golkar Berlangsung Panas

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini