Kriteria Capres-Cawapres PKS: Nasionalis dan Religius

Rabu, 17 Agustus 2022 07:02 Reporter : Ahda Bayhaqi
Kriteria Capres-Cawapres PKS: Nasionalis dan Religius Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al-Jufri. ©2021 Merdeka.com/Genan Kasah

Merdeka.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan mencalonkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden berbasis nasionalis religius. Hal ini menjadi keputusan Musyawarah Majelis Syuro PKS ke VII di Bandung pada 14-15 Agustus 2022. Pasangan calon presiden yang diusung juga perlu memiliki peluang menang yang besar dan menjadi simbol perubahan.

"Memutuskan untuk mengusung Bakal Calon Presiden dan Wakil Presiden yang memiliki karakter nasionalis-religius, berpeluang besar untuk menang di Pemilihan Presiden 2024, dan menjadi simbol perubahan untuk Indonesia yang lebih baik," ujar Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Al-Jufri dalam keterangannya, Selasa (16/8).

Majelis Syuro juga memerintahkan Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS melakukan komunikasi koalisi partai politik untuk memenuhi syarat Presidential Threshold (PT) 20 persen. PKS akan memperkuat komunikasi dengan partai politik.

2 dari 2 halaman

"Dalam rangka memenuhi persyaratan tersebut, PKS akan memperkuat komunikasi politik dengan partai-partai politik yang ada," kata Salim.

Majelis Syuro menegaskan kembali posisi PKS sebagai partai oposisi hingga akhir periode pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Hal ini juga mengokohkan posisi PKS DPR RI sebagai kekuatan penyeimbang.

"Menegaskan bahwa PKS akan tetap menjadi partai oposisi yang berada di luar pemerintahan hingga akhir periode Pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Oleh karena itu, DPP PKS diamanatkan untuk mengokohkan posisi politik Fraksi PKS DPR RI sebagai kekuatan penyeimbang pemerintahan dalam melakukan pelayanan dan pembelaan kepada rakyat," jelas Salim. [ray]

Baca juga:
Anies Baswedan jadi Kandidat Capres, PKS: Kita Perlu Perahu dan Nakhoda yang Pas
Komunikasi Makin Intens, NasDem Tegaskan Koalisi Bersama PKS-Demokrat Segera Terwujud
NasDem Maklum Jika Demokrat dan PKS Komunikasi dengan Partai Lain
PKS: Indonesia Butuh Pemimpin Membangun Kolaborasi Kebangsaan
Makin Intensif, Demokrat Ungkap Pertemuan Terbatas dengan NasDem-PKS

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini