KPU dan Kemendagri Diminta Kolaborasi Jaga Keamanan Data Pemilih Pemilu

Senin, 25 Mei 2020 16:02 Reporter : Ahda Bayhaqi
KPU dan Kemendagri Diminta Kolaborasi Jaga Keamanan Data Pemilih Pemilu Pemungutan suara di RSUD Tangerang Selatan. ©2019 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Data 2,3 juta pemilih tetap (DPT) KPU tahun 2014 diduga diretas dan diperjualbelikan di forum peretas.

Melihat hal tersebut, anggota Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin meminta, KPU dan Kementerian Dalam Negeri diminta kolaboratif untuk menjaga data pemilih tersebut.

"Menurut saya Kemendagri dan KPU harus makin kolaboratif dalam menyediakan dan menjaga data pemilih," kata Zulfikar melalui pesan singkat, Senin (25/5).

Selain itu, Zulfikar juga meminta data pemilih yang dimiliki KPU untuk diperbaharui secara berkelanjutan.

"Data pemilih ini harus dikerjakan secara berkelanjutan dan makin diupdate secara kontinyu," ucap politikus Golkar ini.

Zulfikar menganggap wajar, jika data diri pemilih dapat diakses publik. Sebab, biasanya data pemilih yang berasal dari Kartu Tanda Penduduk ini dibuka dan ditempel di tempat pemungutan suara.

"Selama ini dari pemilu ke pemilu dibuka bahkan ditempel di TPS agar semua pihak bisa ikut terlibat memastikan data pemilih tersebut tepat dan pemilih yang bersangkutan yakin sudah didata," ucapnya.

Baca Selanjutnya: KPU Jamin Data Tak Bocor...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini