Koalisi Prabowo tak ingin penggelembungan DPT dimaanfaatkan oknum KPU

Rabu, 5 September 2018 20:17 Reporter : Hari Ariyanti
Koalisi Prabowo tak ingin penggelembungan DPT dimaanfaatkan oknum KPU Sekjen kubu Prabowo-Sandiaga. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Para sekjen parpol koalisi pengusung pasangan capres-cawapres, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno mendatangi Kantor KPU RI di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (5/9). Mereka melaporkan temuan pemilih ganda dalam DPS sebanyak 25 juta. Dalam pertemuan itu disepakati akan dilakukan penyisiran bersama KPU terhadap data pemilih ganda tersebut.

Menurut Sekjen PKS, Mustafa Kamal, langkah pihaknya ini dapat meminimalisir potensi penyalahgunaan data ganda oleh oknum tak bertanggung jawab pada saat Pilpres 2019 nanti. Karena itulah data pemilih ganda ini harus dideteksi sejak dini.

"Jadi begini, kalau kantongnya tersedia siapapun bisa menyalahgunakan. Makanya kantongnya kita tutup sehingga tidak ada ruang kemudian menjadi hal-hal yang disalahgunakan," jelasnya.

"Penggelembungan jumlah DPT, di situ menjadi ruang untuk oknum-oknum yang tidak kita harapkan memanfaatkan dan saya kira semua pihak, semua peserta Pemilu; Pileg dan Pilpres pasti sepakat. Apalagi KPU sebagai penyelenggara jangan ada ruang lagi untuk bermain oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," lanjutnya.

Mustafa mengapresiasi respons KPU atas laporan pihaknya. KPU telah menetapkan waktu 10 hari untuk menyisir data ganda tersebut. Kendati dinilai cukup singkat, diharapkan persoalan ini dapat segera diatasi.

"Meskipun kita sudah sampaikan secara teknis cukup berat untuk waktu sepuluh hari, karena untuk menginput data saja butuh waktu sekitar dua minggu. Tapi dengan peningkatan sistem IT dan SDM yang profesional, kita bisa intensif bekerja. Sehingga dari waktu sepertiga dari waktu sepuluh hari itu kita bisa punya paparan data yang sama untuk disamakan. Lalu kita akan samakan dalam paruh waktu yang kedua," paparnya.

Dalam penyisiran pemilih ganda ini, KPUD juga akan melakukan kroscek temuan data 25 juta pemilih ganda tersebut. Data yang disampaikan ke KPU pusat itu akan diolah dan kemudian untuk diteruskan ke KPUD.

"Yang jelas data yang 25 juta itu sudah kita sampaikan semua dan akan diolah KPU. Dan kita siap mendampingi dengan data yang baru. DPT yang 185 juta ditambah (DPT) luar negeri 2 juta itu, jadi total 187 juta itu akan kita olah kembali. Sebagian mungkin bisa sama dengan DPS yang kita terima," jelasnya.

Semua parpol pengusung Prabowo-Sandi juga akan membantu KPU dalam penyisiran data pemilih ganda ini. Mustafa juga berharap langkah yang sama turut dilakukan parpol pengusung Jokowi-Ma'ruf.

"Ini juga menjadi milik seluruh partai politik peserta Pemilu, partai pengusung semua pasangan calon karena semua berkepentingan dengan DPT ini," jelasnya. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini