Kisruh aset Kemenpora, Roy Suryo nonaktif dari Waketum Demokrat

Jumat, 14 September 2018 20:21 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Roy Suryo jenguk Andi Mallarangeng. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Kisruh aset Kemenpora yang dikabarkan belum dikembalikan oleh mantan Menpora Roy Suryo berlanjut. Untuk menjaga marwah partai, Roy Suryo pilih nonaktif sementara dari jabatan wakil ketua umum Demokrat.

Surat pernyataan Roy Suryo nonaktif beredar. Dalam surat yang diteken Roy lengkap dengan materai itu setidaknya ada tiga poin yang menjadi alasan.

Pertama, Roy menunjuk Pengacara Tigor Simatupang untuk menyelesaikan masalah itu agar tuntas. Poin kedua, Roy tak ingin masalah ini dikaitkan oleh Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan partai tempatnya bernaung.

roy suryo nonaktif dari waketum Demokrat 2018 Merdeka.com/istimewa


Namun di poin ketiga, Roy tetap akan melaksanakan tugasnya sebagai calon anggota legislatif dari Demokrat di dapil Yogyakarta. Hal itu menjadi tanggung jawabnya melaksanakan tugas yang diberikan oleh SBY dan Ketua Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhyono (AHY).

Roy membenarkan surat itu. Dia membuatnya pada Rabu (12/9) lalu. Seluruh perkara ini nantinya, kata Roy akan diserahkan kepada kuasa hukumnya Tigor Simatupang.

"2 Hari lalu, tepatnya hari Rabu (12/9) saya memang telah membuat Surat Pernyataan berisi 3 point utama, salah satunya yang terpenting adalah agar dapat Non-Aktif sementara dari posisi Waketum DPP PD untuk Fokus dalam kasus tersebut," kata Roy kepada merdeka.com, Jumat (14/9).

Roy juga menunjuk mantan Stafsusnya di Kemenpora, Heru Nugroho sebagai jubir dalam kasus tersebut. Dia merasa, Heru sangat paham betul tentang perkara tersebut.

Kasus Kemenpora berasal dari hasil audit BPK. Roy disebut membeli ribuan barang seperti kamera, lensa hingga pompa air dan bor menggunakan uang negara, sehingga harus dikembalikan. Kemenpora sudah mengirim surat kepada Roy.

Namun dari pihak Roy membantah. Menurut Tigor, memang ada barang berdus-dus yang dikirim ke kediaman Roy di Yogyakarta pada 2014 pasca lengser dari kursi menteri. Namun dia menekankan, barang-barang itu langsung dikembalikan ke Kemenpora tanpa dibuka lebih dulu. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini