Kisah Pelantikan Presiden SBY Disaksikan Langsung Lima Kepala Negara

Sabtu, 19 Oktober 2019 08:00 Reporter : Syifa Hanifah
Kisah Pelantikan Presiden SBY Disaksikan Langsung Lima Kepala Negara Pidato Kenegaraan DPR. rumgapres/abror rizki

Merdeka.com - Pilpres 2004 adalah pondasi awal demokrasi Indonesia pasca-Reformasi. Untuk pertama kalinya rakyat memilih presiden dan wakil presidennya secara langsung. Sejarah mencatat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) presiden pertama yang dipilih langsung oleh rakyat.

SBY menjadi presiden keenam menggantikan Megawati Soekarnoputri. Pelantikan SBY dilakukan di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa 20 Oktober 2004. SBY membacakan sumpah di hadapan seluruh anggota MPR dan siap memimpin Indonesia selama lima tahun dari periode 2004-2009.

SBY kembali maju saat Pilpres 2009 dan terpilih kembali menjadi presiden untuk periode 2009-2014. Kembali dilantik menjadi presiden di Gedung MPR/DPR. Dua kali dilantik menjadi presiden menyisahkan kisah tersendiri. Mulai dari yang istimewa sampai kejadian salah sebut nama. Berikut kisah pelantikan SBY:

1 dari 3 halaman

Dihadiri Lima Kepala Negara

Pelantikan Presiden SBY dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dilakukan di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa 20 Oktober 2004. Pelantikan Presiden SBY terlihat istimewa karena dihadiri langsung lima kepala negara tetangga.

Mereka adalah Perdana Menteri Australia John Howard, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi, PM Singapura Lee Hsien Loong, dan PM Timor Leste Mari Alkatiri.

Sayangnya, presiden dan wapres sebelum SBY-JK, MegawatiSoekarnoputri dan Hamzah Haz yang ditunggu-tunggu kehadirannya ternyata tidak hadir. Namun tampak Taufik Kiemas suami Megawati, Guruh Soekarnoputro, mantan Wapres Sudharmono, dan mantan wapres Tri Sutrisno hadir dalam pelantikan.

2 dari 3 halaman

Taufiq Kiemas Salah Sebut Gelar SBY

Jika para periode pertama pelantikan Presiden SBY tahun 2004 berjalan mulus, berbeda dengan pelantikan yang kedua pada 20 Oktober 2009. Pelantikan SBY kala itu, terjadi beberapa kesalahan yang dilakukan oleh Ketua MPR kala itu, Taufiq Kiemas.

Saat acara pelantikan Taufiq Kiemas salah menyebutkan gelar yang melekat pada nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kala itu, Taufiq menyebutkan gelar doktor menjadi dokter.

"Bapak Dokter....eh Doktor Susilo Bambang Yudhoyono," kata Taufiq yang langsung diralat pengucapannya.

Kesalahan Taufiq bukan hanya saat menyebutkan gelar doktor menjadi dokter. Namun kesalahan Taufiq juga terjadi saat tidak menyebutkan nama Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Wakil Presiden BJ Habibie saat pidato pembuka paripurna pelantikan presiden dan wakil presiden.

3 dari 3 halaman

Salah Sebut Nama

Suasana sidang paripurna pelantikan Presiden SBY 2009 benar-benar 'berbeda'. Karena kesalahan yang berulang-ulang dilakukan Ketua MPR Taufiq Kiemas. Setelah salah menyebutkan gelar doktor SBY, menjadi dokter, kesalahan kembali terulang saat menutup sidang paripurna pelantikan.

Kala itu, Taufiq salah menyebutkan nama SBY, yang seharusnya Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Susilo Doktor. "Terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Susilo Doktor.... maaf.... Doktor Haji Susilo Bambang Yudhoyono," kata TK dengan sedikit gugup.

Beragam kesalahan ini membuat suasana sidang paripurna pelantikan Presiden SBY menjadi 'berbeda'. [dan]

Baca juga:
Pelantikan Jokowi Periode I: Pertama Kali Presiden Baru Disambut Presiden Lama
Pelantikan Gus Dur Jadi Presiden Saat Indonesia Tengah Terpuruk
Cerita Pelantikan Presiden: Habibie, Satu-satunya yang Dilantik di Istana
Detik-Detik Pelantikan Presiden Soeharto dan Janji Tak Ada Diktator
Kisah Pelantikan Soekarno dan Huruf 'T' yang Dihilangkan
Ini Orang yang Selamatkan Soeharto & Keluarga Saat Mau Diracun Tikus Usai G30S PKI

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini