Kiprah Khofifah dalam Pertarungan Politik

Rabu, 25 Januari 2023 13:32 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Kiprah Khofifah dalam Pertarungan Politik Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Datangi Lokasi Banjir Kalibaru Banyuwangi. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Nama Khofifah Indar Parawansa sedang didorong memasuki arena Pilpres 2024. Gubernur Jawa Timur itu mulai dilirik menjadi calon Wakil Presiden oleh NasDem dan PKS.

Dua partai tersebut berencana menjodohkan Khofifah dengan Anies Baswedan. Khofifah dinilai layak dan tepat mendampingi Anies karena punya basis massa besar di Jatim. Selain itu, eks Mensos itu punya segudang pengalaman di dunia politik.

Karir politik Khofifah tergolong mentereng. Dia berkiprah dengan menduduki jabatan strategis di eksekutif, legislatif hingga partai politik.

Karir politik Khofifah dimulai sejak 1992. Saat itu, dia menjadi pimpinan fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Dewan Perwakilan Rakyat periode 1992-1997. Kemudian, dia terpilih kembali pada Pemilu 1997.

Di Parlemen, Khofifah pernah bertugas di sejumlah alat kelengkapan dewan. Mulai dari Pimpinan Komisi VIII DPR RI, Ketua Komisi VII dan Anggota Komisi II DPR RI. Puncaknya, Khofifah menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI di masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie pada 1999.

Kemudian, Khofifah memutuskan bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada 1999. PKB menunjuknya menjadi Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa MPR RI.

Khofifah pun diangkat menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan oleh Presiden Gus Dur pada 1999-2001. Dilanjutkan dengan menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Alumnus Universitas Airlangga itu pernah mencoba peruntungan di Pilkada Serentak 2014. Pada 2013, Khofifah mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Timur. Saat itu, dia menggandeng Herman Suryadi Sumawiredja. Namun, ia dinyatakan tak lolos oleh Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur.

Gagal di Pilkada, Khofifah digandeng Joko Widodo-Jusuf Kalla menjadi juru bicara tim pemenangan pada Pilpres 2014. Usai Jokowi-JK menang, Khofifah ditunjuk menjadi Menteri Sosial dari 2014 hingga 2018.

Pada 2018, Khofifah kembali maju di Pilgub Jawa Timur. Dia menggandeng Emil Elistyanto Dardak sebagai calon Wakilnya. Pasangan tersebut mendapatkan suara 53,55 persen atau 10.465.218 dan memenangkan Pilkada 2018, mengalahkan pasangan Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno dengan perbedaan yang tipis.

2 dari 2 halaman

Dilirik PKS dan NasDem

Wakil Ketua Umum NasDem Ahmad Ali menuturkan nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa merupakan sosok yang diperhitungkan sebagai calon wakil presiden. Sebagai kepala daerah, Khofifah memiliki basis massa di Jawa Timur.

"Jadi ibu Khofifah menjadi salah satu figur yang orang perhitungkan pastilah. Sebagai gubernur Jawa Timur pasti punya basis massa," ujar Ali.

Namun, NasDem belum mau bicara nama tentang siapa sosok calon wakil presiden yang akan dipasangkan dengan Anies Baswedan. NasDem perlu merumuskan kriteria calon wakil presiden bersama koalisi.

PKS juga mendukung Anies dipasangkan dengan Khofifah di Pilpres 2024. Khofifah dinilai mewakili segmentasi banyak kalangan yang dapat melengkapi Anies menuju kemenangan.

"Cocok kok (Anies-khofifah). Mewakili segmen emak-emak, mewakili kaum Nahdiyin, mewakili orang Jawa, mewakili orang terpelajar," kata Juru Bicara (Jubir) PKS Ahmad Mabruri.

Dia berharap, Anies dan Khofifah berjodoh. Sehingga partai yang tengah menjajaki koalisi perubahan di antaranya PKS, Partai Demokrat, dan PKS segera menentukan sikap dalam mengusung pasangan capres dan cawapres.

"Mudah-mudahan berjodoh," ucap Mabruri. [ray]

Baca juga:
Nama Khofifah di Lintasan Pemilu 2024
Gerindra Sebut Cawapres Prabowo Perlu Dibahas dengan PKB, Termasuk Peluang Khofifah
Demokrat: Elektabilitas AHY Lebih Baik dari Khofifah
Demokrat Rugi Anies Dipasangkan Khofifah: Tak Ada Jaminan Menang, AHY Lebih Jelas
Peluang Khofifah Jadi Cawapres, PAN Sebut Partai Utamakan Kader atau Orang Dekat

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini