Kiai NU Jakarta: Alhamdulillah Ahok sudah minta maaf
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyatakan permohonan maafkepada umat Islam atas ucapannya yang menjadi sumber polemik di tengah masyarakat Jakarta. Ahok mengutip surah Al Maidah dalam Alquran saat berkunjung ke Kepulauan Seribu beberapa hari lalu.
Katib Syuriah PWNU Jakarta, KH Ahmad Zahari, menyambut baik permintaan maaf Ahok. Menurut dia, hal itu menunjukkan sikap Ahok yang tidak sombong.
"Saya sangat menyambut baik sikap Ahok meminta maaf. Ini menunjukkan bahwa Ahok bukan orang yang sombong. Lepas dari kontroversi Ahok salah atau tidak, minta maaf itu menunjukkan sikap kenegarawanan Ahok," ujar Zahari, Senin (10/10).
Sejak awal polemik itu terjadi, Zahari menyatakan, dirinya sangat berharap Ahok menyampaikan permohonan maaf. Bagaimanapun, polemik itu telah membuat gaduh suasana di Jakarta.
"Alhamdulillah, hari ini Ahok sudah minta maaf. Ini akan sangat baik bagi Ahok. Selama ini dia dikesankan sebagai orang yang arogan, tapi ternyata tidak. Mau meminta maaf itu menunjukkan bahwa dia memiliki kepekaan yang sangat tinggi," tegas Zahari.
Di sisi lain, Zahari menegaskan, kesatuan (keseragaman) dalam NU hanya dalam soal ibadah dan tarbiyah (pendidikan) keagamaan. Sedang dalam soal politik, orang NU memiliki kebebasan memilih calon pemimpin sesuai hati nurani masing-masing.
"Tidak pernah ada instruksi kelembagaan yang mengharuskan orang NU memilih calon tertentu dalam Pilkada di Jakarta. Orang NU bebas memilih. Orang NU seragam dalam soal ibadah dan pendidikan keagamaan. Kalau soal politik, itu urusan individu masing-masing," tegas Zahari.
Ketika menjelaskan soal kriteria pemimpin yang baik menurut NU, Zahari menegaskan, NU selalu mengajak mesyarakat untuk memilih pemimpin yang benar-benar memberikan maslahat kepada masyarakat luas.
"Soal kriteria, ya kriteria umum lah sesuai dengan prinsip kemaslahatan masyarakat luas. Pekerja keras, punya visi yang baik, jujur, adil dan transparan. Saya pikir inilah kriteria pemimpin yang dibutuhkan oleh masyarakat manapun. Sederhana saja. Tinggal bagaimana masyarakat mampu melihat kriteria tersebut; ada pada calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang mana," kata Zahari. (mdk/rnd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya