Kiai Asep dilaporkan ke polisi, Khofifah minta pendukung tak terpancing
Merdeka.com - Pilgub Jatim semakin dekat. Polemik fatwa fardu ain memilih Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak yang diserukan sejumlah kiai di Ponpes Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto berujung laporan ke Polda Jawa Timur.
Laporan itu dilayangkan Jaringan Alumni Muda Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Jampi) pada Rabu (13/6) lalu. Jampi mengklaim sebagai organ alumni PMII yang mendukung pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno.
Menanggapi kasus ini, Cagub nomor urut satu Khofifah Indar Parawansa mengimbau kepada seluruh pendukungnya untuk tidak terpancing. Meski laporan itu ditujukan kepada salah satu kiai pendukungnya, yaitu pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim.
Kiai Asep dinilai telah menebar ujaran kebencian dengan menyerukan fatwa berisi pernyataan jika umat Islam memilih salah satu calon di Pilgub Jawa Timur, sama saja berkhianat kepada Allah, Rasulullah, dan orang mukmin.
Selain itu, saat menghadiri Halal bi Halal PAC Muslimat NU Surabaya di Jalan Krembangan, Minggu (17/6) malam, Khofifah juga meminta Muslimat NU dan seluruh pendukungnya untuk menjaga suasa teduh menjelang maupun pasca-coblosan Pilgub Jawa Timur.
"Suasana teduh itu saya mohon panjenengan (kalian) menjaganya. Apalagi nanti menjelang Pilgub. Makin hari makin buat panas," pinta Ketum PP Muslimat NU dikutip dari rilis Tim Paslon satu, Khofifah-Emil, Senin (18/6).
Khofifah juga berharap, Muslimat NU tetap menjadi bagian dari yang menjaga kebersihan hati, pikiran, dan perilaku. "Bersihnya pikiran jadi dalam kitab Durotun Nasihin itu tertulis bahwa bulan Rajab itu adalah bersih-bersih badan, kalau bulan Sya'ban itu bersih-bersih hati, kalau bulan Ramadan bersih-bersih jiwa rohani. Jadi badannya bersih, hatinya bersih, rohaninya bersih," katanya.
Khofifah menceritakan, saat 10 hari terakhir di bulan Ramadan, dia mendapati banyak sekali propaganda, salah satunya spanduk provokatif: spanduk fardu ain. "Ini akan menyebabkan suasana tidak teduh. Apalagi kemarin 10 hari puasa terakhir, kok ndak eman. Menurut saya justru menjadikan suasana tidak teduh di 10 hari puasa terakhir," katanya menyayangkan.
Mantan Ketua Umum Kopri PMII Surabaya ini juga mengajak kepada seluruh anggota Muslimat NU yang hadir untuk meyakini bahwa rahman-rahimnya (kasih sayang) Allah akan berseiring dengan pertolongan. "Panjenengan harus yakin," tegasnya.
"Rahman-rahimnya Allah akan berseiring dengan nasrum minallah wafathum karib. Pertolongan akan muncul dari kebesaran Allah, dari tangan-tangannya Gusti Allah, dari rahman-rahimnya Allah. Insya Allah kemenangan ini sudah semakin dekat," sambungnya yakin.
Khofifah juga mengajak seluruh Muslimat NU Surabaya yang hadir untuk tidak lupa mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada tanggal 27 Juni mendatang. "Ajak tetangga bareng-bareng ke TPS. Insya Allah kumpulan suara itu akan menyatu pada kemenangan Khofifah-Emil. Itu adalah kemenangan kita semua," tandasnya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya