Ketua Pansus akan gandeng ahli dalami rekaman OTT KPK di BPK

Kamis, 14 September 2017 22:13 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Agun Gunanjar diperiksa KPK. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Ketua Pansus angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan pihaknya akan mendalami hasil pemeriksaan rekaman CCTV operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dari Puslabfor Bareskrim Polri. Namun, Agun belum bisa menyimpulkan soal keganjilan dalam OTT tersebut.

"Sesungguhnya dalam hemat kami bukan ganjil tapi kami harus lebih mendalami lebih detail," kata Agun di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/9).

Termasuk kata Agun, dugaan OTT yang dilakukan KPK itu sebagai rekayasa saja.
Pansus akan mengkaji lebih dalam soal rekaman berisi OTT tersebut.

"Saya mengatakan kaji lebih dalam, secara garis besar kita sudah dapat banyak poin nah itu yg kita dapatkan belum bisa kita sampaikan bahwa kita akan dalami lebih jauh," ujar Agun.

Dalam melakukan pendalaman, Pansus akan menggandeng sejumlah ahli. Sebab, dari hasil pemeriksaan Puslabfor itu masi dibutuhkan beberapa kajian. Nantinya, hasil kajian soal rekaman OTT KPK di KPK itu nantinya akan dijadikan salah satu temuan dari Pansus angket.

"Kita belum menentukan ahli apa spesifik seperti apa karena intinya kita ingin melihat OTT itu betul-betul menjadikan sesuatu yang faktual dan menjadi bahan temuan pansus," tegasnya.

Kepala Puslabfor Bareskrim Polri Brigjen Alex Mandalika mengatakan pihaknya telah memberikan hasil pemeriksaan rekaman CCTV operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Alexander memastikan rekaman tersebut asli seperti yang dikirimkan Pansus angket KPK pada Agustus lalu.

Pernyataan itu disampaikan usai menggelar rapat dengan Pansus angket KPK. Rapat tersebut sebelumnya digelar tertutup atas permintaan pihak Puslabfor Mabes Polri.

"Kami memberikan hasil yang kami periksa. Berdasarkan pemeriksaan yang scientific kami sampaikan pada pansus bahwa rekaman yang diberikan kemudian CCTV itu tidak ada rekayasa seluruh ya sesuai dengan aslinya," kata Alexander

Di hadapan Pansus, pihaknya hanya menjelaskan bagian-bagian krusial dari rekaman yang diperiksa. Namun, Alexander enggan membocorkan bagian yang dianggap menjadi keganjilan dari OTT KPK itu.

"Kami tidak dalam kapasitas yang menyampaikan temuan ganjil kami sampaikan sesuai yang kami kembangkan. Jadi hal rekaman kami zoom kemudian diperiksa. Itu saja yang kami periksa. Kami tidak dapat menilai," terangnya.

Saat ditanya kesimpulan dari pemeriksaan rekaman CCTV itu, Alexander kembali tutup mulut. Dia mengaku tak memiliki wewenang untuk menyimpulkan bentuk pelanggaran dari OTT KPK terhadap dua pejabat BPK. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Pansus Angket KPK
  2. Jakarta
  3. DPR
  4. KPK
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.