Keterwakilan Caleg Perempuan di Pemilu Membaik, tapi Masih di Nomor Urut Besar

Senin, 9 September 2019 00:10 Reporter : Sania Mashabi
Keterwakilan Caleg Perempuan di Pemilu Membaik, tapi Masih di Nomor Urut Besar deklarasi caleg perempuan. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Fadli Ramadanil menilai jumlah keterwakilan perempuan di pemilu sudah cenderung membaik. Namun, kata dia, saat ini masih banyak partai yang menempatkan caleg perempuan di nomor urut besar saat pemilu legislatif lalu.

"Catatannya, masih banyak perempuan yang ditaruh di nomor urut besar," kata Fadli di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (8/9).

Fadli mengaku bahwa saat ini kondisi pemilih Indonesia tidak banyak yang tergantung pada nomor urut. Tetapi, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak juga pemilih Indonesia yang terpaku pada nomor urut.

"Meskipun sistem pemilu kita tak lagi mempengaruhi keterpilihan berdasarkan nomor urut tapi secara faktual, realitasnya nomor-nomor urut kecil itu masih memengaruhi psikologis pemilih dalam menentukan pilihannya," ungkapnya.

Karena itu, Fadli menegaskan pihaknya akan terus berusaha mendorong keterwakilan perempuan dalam pemilu. Terutama mendorong agar perempuan mendapatkan nomor urut yang tinggi saat pemilihan.

"Salah satu yang kita dorong adalah bagaimana ke depan dengan sistem pemilu seperti sekarang, pertarungan bebas dengan semua caleg yang dihadapi perempuan, mesti ada misalnya perempuan nomor urut satu di 30 persen dapil. Itu salah satu dorongan yang sekarang kita wacanakan. itu untuk DPR RI," ujarnya.

Fadli menambahkan, keterwakilan perempuan tidak boleh berhenti pada proses pemilu saja. Tetapi juga harus terus berlanjut dalam pemilihan Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

"Kita mendorong keterwakilan perempuan sekali lagi tak hanya berhenti di proses pencalonan. Tapi harus konsisten agar keterwakilan perempuan mengisi pimpinan AKD DPR, MPR, DPD, DPRD ini butuh komitmen pimpinan parpol dan elit parpol di lembaga legislatif," ucapnya.

"Dan butuh komitmen dari seluruh anggota legislatif bahwa dorongan keterwakilan politik perempuan adalah pekerjaan yang tak boleh berhenti," ucapnya. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Pemilu 2019
  2. Pemilu
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini