Kecewa Paloh Bertemu Presiden PKS, Pendiri Nilai NasDem Sudah jadi Restoran Politik

Minggu, 10 November 2019 13:13 Reporter : Ronald
Kecewa Paloh Bertemu Presiden PKS, Pendiri Nilai NasDem Sudah jadi Restoran Politik Patrice Rio Capella. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Pendiri Partai NasDem Patrice Rio Capella merasa kecewa dengan manuver Surya Paloh bertemu Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. Sebab, menurutnya, PKS sekarang berstatus oposisi.

"Sangat mengejutkan saat pimpinan Partai NasDem bermanuver menemui dan berkomunikasi dengan pimpinan partai lain di kubu oposisi. Padahal pada saat yang sama, Partai NasDem menjadi bagian dari koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin," katanya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/11).

Rio menuturkan, manuver Paloh ini telah melenceng dari semangat pendirian NasDem pada 26 Juli 2011 untuk membawa perubahan restorasi Indonesia. Dia menilai NasDem kini telah berbuah menjadi 'restoran politik'.

"Saya ingin sampaikan bahwa Partai NasDem saat ini sudah melenceng jauh dari semangat awal pendiriannya pada 26 Juli 2011. Partai NasDem yang awalnya mengusung salam perubahan restorasi Indonesia saat ini sudah benar-benar berubah menjadi restoran politik," katanya.

"Partai NasDem kini menjadi restoran politik tempatnya masak-memasak dan goreng menggoreng kepentingan politik yang bukan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan untuk memperjuangkan kepentingan partai, tapi hanya demi keuntungan elite tertentu, kelompok tertentu di internal Partai NasDem," tegasnya.

1 dari 2 halaman

Pertemuan Paloh-Sohibul Langgar Norma

Menurutnya, pertemuan Surya Paloh dengan Sohibul Iman telah melanggar norma dan etika berpolitik. Bahkan sangat memalukan Partai NasDem.

"Manuver itu sangat memalukan karena Partai NasDem seolah seperti perusahaan milik pribadi yang mengasong kepentingan politik," ujarnya.

Rio menduga sikap Paloh itu bentuk kekecewaan karena gagal mendapatkan kursi Jaksa Agung. Dia mengingatkan Jokowi sebagai Presiden memiliki kewenangan untuk mengutak atik kabinetnya.

Selain itu, dia juga menyayangkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diberi porsi banyak untuk berbicara di Kongres NasDem. Padahal, kata dia, Anies hanya terlibat mendirikan ormas NasDem, bukan partai.

"Ingat, Anies hanya terlibat dalam pendirian Ormas NasDem, bukan Partai NasDem," tegasnya.

2 dari 2 halaman

Harap Rio Capella untuk NasDem

Dia berharap di ulang tahun ke-8, NasDem kembali ke semangat awal pendirian yakni mewujudkan gerakan perubahan Indonesia.

"Selamat ulang tahun kedelapan, saya berharap Partai NasDem meninggalkan legacy politik yang baik sesuai dengan cita-cita awal untuk melakukan gerakan perubahan, Restorasi Indonesia. Ke depan, saya tentu akan kembali aktif berpolitik. Mengenai partai mana yang akan menjadi tempat saya berlabuh, tentunya harus sejalan dengan visi misi untuk Indonesia Maju dan memiliki ideologi jelas serta kuat," pungkasnya. [ray]

Baca juga:
Terpilih Lagi Secara Aklamasi, Surya Paloh Diumumkan Jadi Ketum NasDem Besok
Jokowi Disindir Paloh, Istana Klaim Hubungan Koalisi Masih Kuat
Sekjen PDIP Tak Merasa Disindir Surya Paloh Soal Partai Pancasilais
Surya Paloh: Pikiran Besar Harus Ditawarkan, Bukan yang Introvert
Alasan Surya Paloh Keliling Rangkul Partai Oposisi

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini