Kata Sekjen Demokrat, alasan Agus kalahkan Anies di survei SMRC
Merdeka.com - Hasil survei SMRC menyebutkan elektabilitas Basuki T Purnama - Djarot Saiful Hidayat masih belum terkalahkan dengan skor 45,4 persen. Sementara diurutan kedua ada Agus Yudhoyono - Sylviana Murni dengan keterpilihan 22,4 persen. Sementara Anies Baswedan - Sandiaga Uno diurutan buncit dengan angkat 20,7 persen.
Hasil survei ini mengejutkan banyak pihak. Sebab, Agus bisa mengalahkan Anies Baswedan. Padahal, Agus sangat baru terjun ke dunia politik, berbeda jauh dengan Anies yang sudah pernah menjadi menteri dan ikut konvensi Demokrat.
Menanggapi hal itu, Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengaku tidak terlalu terkejut dengan tingginya elektabilitas Agus ketimbang Anies. Dia yakin, tren kesukaan publik Jakarta terhadap Agus akan terus meningkat.
"Tren kesukaan masyarakat atas Agus Harimurti Yudhoyono setelah terjadi keputusan politik tanggal 23 September 2016 yang lalu terus membuat 'big surprise' bagi warga Jakarta dan terus berlanjut. Angka dua digit menembus angka 20 menjadi 22 sampai dengan medio pertengahan Oktober tren fakta yang terus menaik," kata Hinca saat dihubungi merdeka.com, Minggu (23/10).
Angka ini, kata dia, kami yakini terus naik memotong Anies dan memepet Ahok sampai awal Desember. Dia berharap, bisa menempel dan bahkan memotong angka perolehan petahana Ahok-Djarot di medio Januari.
"Kami sedang bekerja keras untuk itu dan peluang itu kami yakini terbuka lebar," imbuhnya.
Survei SMRC dilakukan pada 1-9 Oktober 2016 dengan jumlah responden 648 warga DKI yang ditarik secara multistage random sampling. Margin of error rata-rata sebesar kurang lebih 3,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Populasi tersebar 23,3 persen di Jakarta Barat, 10,9 di Jakarta Pusat, 22,1 persen di Jakarta Selatan, 27,4 persen di Jakarta Timur, 16,0 persen di Jakarta Utara, dan 0,3 persen di Kepulauan Seribu.
Mengenai analisa begitu cepatnya ketertarikan warga Jakarta kepada Agus, bahkan hingga mengalahkan seorang Anies Baswedan, menurut Hinca, Demokrat dan tim koalisi mengambil keputusan yang tepat. Hinca menekankan, Agus memberikan harapan baru bagi warga Jakarta dalam Pilgub DKI 2017 nanti.
"Selain efek kejut, momentumnya pas. warga Jakarta dapat harapan baru yang fresh dan mumpuni. Cara bicara dan penguasaan dinamika kota Jakarta ternyata juga lengkap. Cara menyapanya dan cara berdialog langsung ke warga juga sangat humanis. Banyaknya relawan yang tampil natural, apa adanya juga menjadi magnet tersendiri menambah energi mas Agus melakukan penetrasi ke pelosok pinggiran kota," terang dia.
Dia yakin, Agus-Sylvi akan meraih kemenangan dalam pemilihan orang nomor 1 dan nomor 2 pada Februari 2017 nanti. Menurut dia, tim sedang bekerja keras untuk menggenjot elektabilitas Agus-Sylvi hingga bisa melampaui petahana.
"Kami solidkan tim dan relawan agar energi bersatu. Sekarang seluruh materi dan perangkat lainnya sudah siap 100 persen dan begitu selesai penetapan besok, cabut nomor urut, sahkan jadwal kampanye sampai deklarasi pawai damai oleh KPUD Jakarta, semuanya sudah langsung tancap gas. Mohon doa restu seluruh warga Jakarta," tutup Hinca. (mdk/rnd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya