Jubir Prabowo sindir biaya pertemuan IMF dengan kondisi gempa Lombok dan Palu

Rabu, 10 Oktober 2018 23:55 Reporter : Hari Ariyanti
Jubir Prabowo sindir biaya pertemuan IMF dengan kondisi gempa Lombok dan Palu Dokter Gamal Albinsaid. ©2018 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Kubu pasangan Prabowo-Sandi mengkritik penyelenggaran pertemuan tahunan IMF di Bali yang saat ini sedang berlangsung. Salah satu hal utama yang menjadi sorotan kubu ini adalah besarnya anggaran yang disiapkan pemerintah untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan ini.

Jubir Prabowo-Sandi, Gamal Albinsaid menyinggung kesenjangan biaya pertemuan IMF dengan kondisi korban gempa bumi di Lombok dan Palu. Anggaran yang disiapkan pemerintah untuk agenda ini mencapai Rp 565 miliar.

"Saya tadi telepon ke satu korban di Lombok namanya Ibu Amnah usianya 41 tahun. Dia punya tiga putri dan dia suaminya seorang buruh tani. Pendapatannya tiap tiga bulan sekali dan dia menyampaikan bahwa ketika saya tanya 'Bu ingin apa? Ingin rumah'. Jadi saya menyampaikan artinya ada sebuah permasalahan juga pada momentum saat ini ketika di sisi lain masyarakat Lombok itu membutuhkan banyak hal. Di sisi lain juga kita ada momentum annual meeting," jelasnya di media center pemenangan Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (10/10).

Menurutnya penyelenggaraan acara dengan biaya fantastis harus ditinjau kembali bagaimana agar tak muncul kesenjangan. Di tengah kondisi Indonesia yang dilanda bencana di daerah, perlu dibangun empati.

"Kita perlu melihat supaya tidak ada kesenjangan ya. Artinya kan kita sampaikan the most essential quality of leadership is we have the power of emphaty. Jadi kita perlu berempati juga kepada saudara saudara kita di Palu, di Lombok," ujarnya.

Dokter muda ini mengatakan saat ini di Lombok juga ada 300 orang terserang malaria. Sebanyak 486 sekolah rusak. Persoalan tersebut butuh penanganan cepat dan anggaran.

"Sehingga itu membuktikan sebuah pesan juga bahwa jangan ada kesenjangan anggaran. Bagaimana ketika memperlakukan tamu kita dengan sangat mulia, kita juga harus juga memberi perhatian yang sama besar dengan saudara-saudara kita di Lombok dan di Palu," jelasnya.

"Jadi poin yang ingin kami sampaikan, pertama kita butuh untuk menghemat pembiayaan. Kedua kita mengurangi kemewahan walaupun sebagai contohnya tadi ada anggaran sekitar Rp 90 miliar untuk suvenir, lalu Rp 57 miliar untuk hiburan dan itu dicover oleh masyarakat sendiri. Tapi di sisi lain kan kita juga sedang berduka sehingga kita juga perlu mempertimbangkan bagaimana masyarakat di Lombok itu mendapatkan kebutuhan dasar mereka dengan sangat baik," sambungnya. [ded]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini