Jubir BPN Tegaskan Partai Demokrat Masih Solid Dukung Prabowo

Jumat, 19 April 2019 18:36 Reporter : Merdeka
Jubir BPN Tegaskan Partai Demokrat Masih Solid Dukung Prabowo Andre Rosiade. ©2019 Merdeka.com/Hari Ariyanti

Merdeka.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menegaskan tidak ada beda paham dengan Partai Demokrat. Andre Rosiade, juru bicara BPN, menyatakan semua partai pendukung pasangan Prabowo-Sandiaga masih solid dan dalam koridor yang sama.

Menurut Andre, hal itu dibuktikan dari hadirnya Demokrat dalam syukuran klaim kemenangan di Rumah Kertanegara. Tampak elite Demokrat hadir, seperti Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarif Hasan.

"Memang tak terlihat di panggung karena terbatas tempatnya, tentu kami berikan ke mereka, para habaib," kata Andre di Media Centre BPN, Sriwijaya, Jakarta, Jumat (19/4/2019).

Sebelumnya ramai beredar isu ketidaksepahaman Partai Demokrat lewat surat yang disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden dua periode itu menginstruksikan kader dan pengurus partainya tidak ikut serta dalam kegiatan bertentangan dengan Undang-undang dan konstitusi.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin membenarkan soal surat instruksi SBY tersebut. Menurut Amir, inti pesan SBY itu agar tetap mengawal hasil Pemilu 2019 sesuai Undang-undang dan bukan ketidaksepahaman dengan koalisi BPN 02.

"Yang pasti memang ada instruksi dari Bapak (SBY) yang intinya dari ketua umum kami ya. Intinya itu memastikan bahwa para pengurus dan kader Partai Demokrat untuk tidak melibatkan diri dalam kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi dan undang-undang yang berlaku itu aja," kata Amir saat dikonfirmasi, Kamis 18 April 2019.

Empat Poin Isi Surat SBY

1. Sehubungan dengan perkembangan situasi politik pasca pemungutan suara Pemilu 2019 yang menunjukkan ketegangan (tension) dan bisa berkembang ke arah yang membahayakan politik dan keamanan kita, saya instruksikan kepada pejabat tersebut alamat, untuk secara terus menerus memantau dari dekat perkembangan situasi yang terjadi di Tanah Air.

2. Memastikan para pengurus dan kader Partai Demokrat tidak melibatkan diri dalam kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi dan UU yang berlaku serta tidak segaris dengan kebijakan pimpinan PD.

3. Jika terjadi kegentingan dan situasi yang menjurus ke arah konflik dan krisis yang membahayakan, segera melapor kepada Ketum pada kesempatan pertama.

4. Demikian untuk diindahkan dan dilaksanakan. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini