Jokowi Ungguli Prabowo di Survei, BPN Kritik Lembaga Riset Seperti Alat Kampanye

Selasa, 26 Maret 2019 21:09 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Jokowi Ungguli Prabowo di Survei, BPN Kritik Lembaga Riset Seperti Alat Kampanye Fadli Zon. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon mempertanyakan survei-survei yang menempatkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul dari jagoannya. Salah satu yang terbaru adalah survei Charta Politika Indonesia. Charta merilis elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di angka 53,6 persen, berbanding Prabowo-Sandi 35,4 persen.

Dia mengingatkan perlunya membedah hasil survei terutama terkait metodologi yang digunakan. "Metodologi ini sudah kuno dengan begitu melimpah ruahnya informasi yang luar biasa. Tidak ada lagi dominasi informasi," kata Fadli di Jakarta, Selasa (26/3).

Meski Prabowo-Sandiaga kalah di sejumlah survei, Fadli mengaku tetap percaya paslon nomor urut 02 menang di Pilpres 2019. Dia menyontohkan, Donald Trump yang tidak diunggulkan versi survei dari Hillary Clinton, tetapi akhirnya menang Pilpres.

"Bahkan New York Times mengatakan Hillary Clinton menang 85%, Donald Trump hanya dikasih 15%. Ternyata Donald Trump yang menang," sambungnya.

Fadli menuturkan, situasi serupa juga pernah terjadi ketika di Pilgub DKI Jakarta. Banyak survei menempatkan Basuki T Purnama-Djarot Saiful Hidayat di posisi teratas. Namun saat pencoblosan, petahana justru tumbang dari Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Wakil DPR ini menilai sejumlah lembaga survei terkesan menjadi alat kampanye. Menurutnya, lembaga survei dan lembaga konsultan politik adalah dua hal berbeda.

"Kalau lembaga survei berhimpit dengan konsultan politik maka akan ada conflict of interest. Dia akan menjadikan survei itu sebagai alat propaganda, alat kampanye dari yang membayar dia sebagai konsultan politik," tandasnya.

Sebelumnya, Survei Charta Politika Indonesia merilis hasil terbaru elektabilitas antara pasangan capres dan cawapres, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hasilnya, Jokowi-Ma'ruf masih unggul dengan angka 53,6 persen dan Prabowo-Sandi 35,4 persen.

"Pada pengujian tingkat elektabilitas pasangan capres-cawapres Jokowi-Maruf Amin unggul dibanding dengan Prabowo-Sandi," kaya Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya di kantornya, Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (25/3).

Sementara, kata Yunarto, masih terdapat 11 persen masyarakat yang belum menentukan pilihannya. Namun, Yunarto menuturkan, pada bulan Januari lalu kedua paslon mendapat kenaikan elektabilitas. [ray]

Topik berita Terkait:
  1. Fadli Zon
  2. Prabowo Sandiaga
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini