Jokowi Agresif Untuk Tangkal Strategi 'Firehouse of Falsehood' Prabowo

Senin, 4 Februari 2019 18:28 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Jokowi Agresif Untuk Tangkal Strategi 'Firehouse of Falsehood' Prabowo Ace Hasan Sadzili. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, TB Ace Hasan Syadzily mengatakan, pernyataan menyerang capres Joko Widodo untuk menepis strategi 'firehouse falsehood' dari kubu paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga. Strategi itu bermaksud menebar data-data bohong dan menciptakan opini dibenak masyarakat.

"Kami menduga bahwa ada strategi yang hampir sama dilakukan oleh beberapa negara-negara lain misalnya apa yang kita kenal dengan strategi firehouse of the falsehood adalah strategi yang sebetulnya mirip-mirip dengan apa yang dilontarkan oleh kubu 02," kata Ace di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/2).

"Biasanya menyerang terus dengan menggunakan data-data yang diduga juga melakukan kebohongan di dalam data tersebut," sambungnya.

Menurut politisi Partai Golkar itu, Jokowi selalu diserang dengan berbagai isu hoaks dan dilempar dengan data-data yang tidak tepat. Maka dari itu, Jokowi mesti mengklarifikasi tudingan dari kubu lawan.

Apalagi, kata Ace, pihak lawan kerap mengeluarkan pernyataan yang menimbulkan kontroversi. Menurutnya, hal tersebut adalah strategi yang digunakan oleh para konsultan asing.

"Itu memang bagian dari strategi yang digunakan oleh para konsultan asing. Kenapa Jokowi ingin mengklarifikasi jika hal tersebut terus-menerus dilakukan maka itu akan menimbulkan kebenaran buat masyarakat dan ini berbahaya," tuturnya.

Terpisah, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ahmad Riza Patria justru menyebut bahwa pabrik hoaks bersumber dari penguasa. Sebab, penguasa punya segala fasilitas.

"Pabrik hoaks itu ada pada penguasa ada pada pemerintah. Karena pemerintah punya kekuasaan, apa itu? Yang membuat regulasi punya aparat, punya media, logistik punya banyak pemerintah," ujar Riza.

Politikus Partai Gerindra itu melihat para pengkritik penguasa justru ditangkap. Menurutnya, hal itu menjadi acuan jika penguasa bisa melakukan segalanya.

"Sekarang bukti kan liat ditangkep-tangkepin. Itu kan bukti bahwa dibalik kekuasaan pemerintah. Jadi kalau yang nyebar hoaks justru ya dari penguasa. Dimana-mana didunia yang menyebar hoaks terbanyak ya penguasa. Karena dia punya kekuasaan punya segalanya," ujarnya.

"Kalau oposisi punya apa, cuma punya hati nurani semangat perjuangan yang tinggi sudah itu saja. Selebihnya kita punya keterbatasan yang banyak kita sadari itu," tandas Riza. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini