Jika terpilih, caleg Golkar di Jabar dilarang poligami
Merdeka.com - Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi melarang kepada calon anggota legislatif laki-laki yang terpilih dalam Pileg 2019 mendatang berpoligami. Hal itu merupakan peraturan baru yang harus dipenuhi.
Dedi menyampaikan kebijakan tersebut dalam acara Pembekalan Calon Anggota Legislatif Partai Golkar Jawa Barat, di Plaza Hotel, Purwakarta, Rabu (21/2).
Jika melanggar, yang bersangkutan akan diberi sanksi berupa Pergantian Antar Waktu (PAW). "Kalau mau menikah lagi ya boleh, asal istrinya sudah meninggal atau menghilang, kabur," kata Dedi.
Kebijakan ini merupakan bentuk komitmen Partai Golkar di Jawa Barat terhadap seorang ibu. Selain itu, hal ini juga menjadi bagian dari ikhtiar partai dalam menjaga fokus kadernya saat menjalankan amanat rakyat di parlemen.
"Ya kan enggak bagus, susah sama istri pertama, berjuang mati-matian setelah terpilih malah nambah istri. Terus nanti kalau istrinya banyak, malah ngurusin istri-istrinya bukan ngurusin rakyat," cetusnya.
Kebijakan lain yang menjadi syarat pencalegan adalah, keharusan calon anggota legislatif menguasai bahasa daerah masyarakat di daerah pemilihannya. Bahasa ini berfungsi sebagai jembatan komunikasi yang baik dengan lingkungan masyarakat.
Kultur Jawa Barat memang kaya bahasa mulai dari wilayah Priangan, Pakuan, Pantura dan Sunda Betawi di perbatasan Jawa Barat dan Jakarta. Seluruhnya memiliki kekhasan bahasa masing-masing. Dalam terminologi bahasa Sunda dikenal dengan istilah bahasa wewengkon, yakni bahasa yang hanya dimengerti dalam suatu wilayah kecil.
"Ini soal memahami keinginan masyarakat. Kalau tidak bisa menggunakan bahasa mereka, bagaimana kita bisa paham?" ujarnya.
Seluruh peraturan tersebut kini sudah menjadi panduan bagi Tim Penjaringan Calon Anggota Legislatif DPD Golkar Jawa Barat.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya