Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengukuhkan Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) sebagai rumah besar bagi kiai dan santri. Ia menyebut JKSN sebagai penyejuk bangsa, pendamai, serta referensi kehidupan yang penuh kebaikan.
Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu). Acara ini juga berbarengan dengan peresmian Kantor Pusat JKSN yang berlokasi di Surabaya.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran kiai dan santri sebagai pilar penguat negara. Komitmen menjadikan Islam rahmatan lil 'alamin menjadi landasan utama dalam setiap langkah JKSN.
Advertisement
Advertisement
JKSN sebagai Pilar Penyejuk Bangsa
Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) sebagai wadah strategis bagi para kiai dan santri di Indonesia. Ia menegaskan bahwa JKSN diharapkan menjadi "rumah besar yang menyejukkan" untuk semua pihak. Gubernur menekankan pentingnya komitmen anggota JKSN untuk menjadikan Islam sebagai rahmatan lil 'alamin.
Pernyataan ini disampaikan dalam acara Rapat Kerja Nasional Pergunu serta peresmian Kantor Pusat JKSN di Surabaya. Khofifah berharap acara ini membawa manfaat besar bagi seluruh jaringan kiai dan santri di tanah air. Ia juga menyoroti perlunya keseimbangan antara pemikiran global (global mindset) dan kearifan lokal (local wisdom) dalam kebijakan.
Menurut Khofifah, karakter akhlakul karimah yang terbangun dari komitmen ini akan menjadi kekuatan utama. Karakter tersebut diyakini akan menjadi pilar penguat negara di mana pun berada.
Advertisement
Advertisement
Peran Historis Santri dan Ulama dalam Kemerdekaan
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago mengingatkan kembali peran heroik santri dan ulama dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia secara khusus menyoroti Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh KH Hasyim Asy'ari menjelang Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Peristiwa ini menjadi fondasi peringatan Hari Pahlawan setiap tahunnya.
Djamari Chaniago menekankan bahwa semangat perjuangan yang bermula di Jawa Timur ini harus terus menyala dan semakin membesar. Hal ini penting agar bangsa Indonesia dapat mengabdi sepenuhnya kepada negara. Ia juga menganalogikan bahwa pembangunan Indonesia dapat dimulai dari Jawa Timur, sebagaimana matahari terbit dari timur.
Pernyataan Menko Polkam ini menggarisbawahi kontribusi tak ternilai para santri dan ulama. Mereka bukan hanya pejuang agama, tetapi juga garda terdepan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.
Advertisement
Advertisement
Pesantren dan JKSN sebagai Penjaga Persatuan
Ketua Umum JKSN sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim, menegaskan posisi strategis pesantren dalam sejarah pendidikan dan perjuangan bangsa. Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan pertama di Indonesia yang memberikan layanan pendidikan. Bahkan, pesantren menjadi sentral perjuangan melawan penjajah di berbagai daerah.
KH Asep Saifuddin Chalim menambahkan bahwa lahirnya organisasi ulama berakar dari komitmen menjaga persatuan. Organisasi ini juga bertujuan memelihara nilai Islam moderat demi terwujudnya kesejahteraan dan tegaknya keadilan di Indonesia.
Tujuan utama JKSN adalah memelihara dan mengembangkan paham Ahlus Sunnah Wal Jamaah serta mewujudkan cita-cita luhur kemerdekaan. Cita-cita tersebut meliputi terwujudnya kesejahteraan dan tegaknya keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Advertisement
Sumber: AntaraNews