Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jadi Gubernur Aceh, Abdullah Puteh janji gajinya buat fakir miskin

Jadi Gubernur Aceh, Abdullah Puteh janji gajinya buat fakir miskin debat kandidat cagub dan cawagub aceh. ©2017 Merdeka.com/afif

Merdeka.com - Calon Gubernur Aceh, Abdullah Puteh pada debat kandidat jilid III berjanji akan membangun 100 perusahaan besar di Aceh untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Selain itu, selama ia menjabat selama 5 tahun, semua gaji sebagai kepala pemerintah akan disumbangkan 100 persen untuk fakir miskin. Artinya, ia tidak menerima gaji sepersen pun selama menjabat.

"Saya akan mendorong dunia usaha dengan membangun 100 perusahaan besar di Aceh dah harus berkembang dan izin kita percepat. Saya juga sumbangkan gaji saya selama 5 tahun menjabat," kata Abdullah Puteh dalam debat kandidat, Selasa (31/1) di Amel Convention, Lambhuk, Banda Aceh.

Dengan adanya 100 perusahaan itu, sebutnya, akan bisa membuka lapangan pekerjaan dan dimasukkan anak-anak muda Aceh. Sehingga bisa memberantas kemiskinan nantinya.

Selain itu, Abdullah Puteh berpasangan dengan Sayed Mustafa akan mengelola 100 ribu hektar lahan tidur untuk pertanian dan perkebunan di Aceh. Sehingga bisa menampung lapangan pekerjaan untuk seluruh rakyat Aceh.

"Semua perusahaan yang izin HGU sudah kedaluwarsa, kita cabut dan akan kita berikan pada perusahaan lain. Sehingga banyak investasi lahir di Aceh dan tentunya bisa meningkatkan PAD Aceh," sebutnya.

Sedangkan Paslon Cagub-Cawagub nomor urut 4, Zaini Abdullah-Nasaruddin mengaku, bila ia terpilih nantinya akan membangun banyak infrastruktur. Seperti membuka jalan, agar transportasi lancar bisa meningkatkan kesjeahteraan rakyat.

"Seperti contoh jalan KKA di Bener Meriah bisa tembus ke Aceh Utara. Itu bisa modal transportasi untuk mengangkut barang dan hasil panen," tegas Zaini Abdullah yang merupakan kandidat petahanan.

Sedangkan Nasaruddin menyebutkan, bila hendak meningkatkan PAD Aceh. Makanya sektor perpajakan harus ditingkatkan. Siapapun yang berada di Aceh harus bayar pajak.

"Contohnya, banyak kendaraan gunakan plat luar Aceh, jadi ke depan semua kendaraan harus plat Aceh dan tentunya bayar pajak di Aceh," jelasnya.

Baru kemudian, sebutnya, akan menggali potensi lainnya yang belum banyak tersentuh, yaitu PAD dari sektor pariwisata. Sektor ini, Bupati non-aktif Kabupaten Aceh Tengah ini menilai masih sangat potensial untuk bisa mendatangkan PAD yang banyak di Aceh.

"Sektor pariwisata Islami, ini sangat potensial," tukasnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP