Ini tugas tim Pakar, Pengarah dan Sinkronisasi Anies-Sandi

Senin, 8 Mei 2017 18:36 Reporter : Anisyah Al Faqir
Ini tugas tim Pakar, Pengarah dan Sinkronisasi Anies-Sandi Anies-Sandi bentuk tiga tim. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno kembali mempercayakan tim Dewan Pakar saat kampanye untuk melanjutkan tugas menjadi tim Dewan Pakar jelang persiapan pelantikan Gubernur dan Wagub DKI Jakarta pada Oktober mendatang. Keputusan ini diambil lantaran tim Dewan Pakar merupakan tim yang menyusun program kerja Anies-Sandi saat masa kampanye.

"Mereka (tim Dewan Pakar)-lah yang berada di dapur yang menyediakan program-program kita," kata Anies di Rumah Partisipasi Jalan Borobudur nomor 2, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/5).

Selain tim dewan pakar, Anies juga membentuk tim Pengarah. Tim Pengarah diketuai oleh Djoko Santoso ini bertugas untuk menyerap aspirasi dari berbagai kalangan masyarakat.

Aspirasi yang dikumpulkan pun beragam. Ada yang mengatasnamakan relawan ada pula yang merupakan individu-individu yang peduli untuk pembangunan di Jakarta. Sejumlah aspirasi tersebut akan digodok oleh tim pengarah sebelum masuk ke dapur Anies-Sandi.

"Nah semuanya ditampung lewat tim Pengarah," ucap Anies.

Sementara itu, Anies juga memiliki tim Sinkronisasi, yang bertugas menerjemahkan aspirasi atau program sari tim Dewan Pakar ke dalam program Pemprov DKI Jakarta. Sehingga aspirasi yang telah digodok di tim Dewan Pakar bisa dimasukkan ke dalam program Anies-Sandi saat mereka menjabat pada Oktober 2017 mendatang.

"Jadi nanti tim Sinkronisasi itu outputnya adalah program untuk APBD, itu bedanya," jelas Anies.

Kalau yang tim Pakar sama tim Pengarah itu yang penyerapan aspirasi. Yang kedua adalah hasil perencanaan program selama ini," terang Anies.

Hingga kini tim sinkronisasi belum juga ditetapkan oleh Anies Sandi. Sejumlah nama telah ada namun masih dalam proses finalisasi di tim internal. Anies juga belum bisa memastikan apakah tim Sinkronisasi ini berasal dari tim Pengarah atau tim Dewan Pakar yang ada.

"(Orangnya) bisa sama, bisa beda karena nanti diujungnya mereka harus menampung begitu banyak, jadi ada mulai dari urusan sampah, urusan kesehatan, sampai rencana untuk tempat-tempat kebudayaan kesenian," jelas Anies.

Meski begitu dia memastikan tim yang dibuatnya akan dibuat ramping alias kecil dan akan dibagi menjadi beberapa kelompok kerjanya. Anies membantah tim Sinkronisasi akan berjumlah 23 orang sesuai dengan janji kerja Anies-Sandi.

"Jangan bayangkan 1 orang 1 Pokja (pokok kerja) Saya dulu ketika saya memimpin itu satu orang saya memimpin 11 Pokja. Kan Pokja itu ad hoc, ad hoc ini kan kerjanya satu minggu abis itu selesai. Enggak harus satu orang satu Pokja," kata Anies. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini