Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ingin selamatkan PKS, Fahri akan konsultasi dengan Anis Matta

Ingin selamatkan PKS, Fahri akan konsultasi dengan Anis Matta Fahri Hamzah. ©2018 Merdeka.com/Ronald

Merdeka.com - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah menyatakan akan bertindak agresif menyelamatkan partai. Demi memuluskan niatnya, dia mengaku akan berkonsultasi dengan mantan Presiden PKS Anis Matta dan para senior untuk membahas Musyawarah Majelis Syuro Luar Biasa.

"Saya kira saya akan berkonsultasi dulu dengan teman-teman dengan para senior. Saya juga akan ketemu pak Anis Matta, dari semua yang ada, pak Anis yang jadi jangkar moral dari teman-teman," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/8).

Dia mengungkapkan alasan akan menemui Anis. Menurutnya, Anis merupakan kader yang secara sistematis dilengserkan dari struktur PKS. Anis juga dianggap sebagai sosok yang bisa membuat kader tergerak untuk menyelamatkan partai.

"Karena dia yang paling sistematis dihancurkan, dia yang paling sabar dalam penyingkiran ini. Saya akan ketemu dia juga untuk melaporkan apa yang sudah terjadi," ujarnya.

Lebih lanjut, Fahri yakin upayanya ini akan mendapatkan dukungan dari kader PKS lain. Hal ini karena munculnya gerakan pembangkangan terhadap pimpinan PKS.

"Saya kira kadernya sudah tergalang, tinggal menumbuhkan kesadaran saja. ini kan dari gerakan menolak dicalegkan, sekarang gerakan saya kira sekarang banyak sekali pembangkangan terjadi," terangnya.

Bahkan, lanjut Fahri, beberapa kader membuat gerakan menolak dicalegkan oleh PKS. Imbas gerakan ini, 3 anggota Dewan Syariah PKS dipecat oleh pimpinan, salah satu yang dipecat adalah Ahmad Zainuddin.

"Ini senior semua ini gara-gara enggak mau nyalonin diri jadi anggota DPR mereka dipecat, mereka dikeluarin dari struktur semuanya. Ini kan jadi rusak. Sekali lagi saya ingin membantu menyelamatkan partai," ungkapnya.

Fahri melihat kondisi PKS memprihatinkan. PKS diprediksi akan terpuruk di Pemilu 2019 jika tidak ada diselamatkan. Hal ini dipicu sikap elit PKS yang mudah menyingkirkan pihak-pihak yang tidak sejalan.

Untuk itu, Fahri berharap, ditolaknya kasasi pimpinan PKS atas perseteruan dengan dirinya bisa membuka mata kader-kader PKS agar tergerak melakukan perubahan.

"Ya mudah-mudahan putusan hari ini membuka mata yang lebih luas. Sebab kalau kita mau hancur bersama-sama ya hancur bersama-sama," tandas Fahri.

Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi Partai Keadilan Sejahtera atas perkara perseteruannya dengan Fahri Hamzah. Wakil ketua DPR itu melawan partainya karena menolak dipecat.

Babak pertama dimulai saat Fahri Hamzah menggugat PKS ke meja hijau. Gugatan Fahri dikabulkan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 14 November 2016. Tidak hanya itu, PKS juga diwajibkan membayar Rp 30 miliar kepada Fahri.

Tak terima, PKS ajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta. Namun kalah lagi. Hingga akhirnya PKS mengajukan kasasi. Di Mahkamah Agung, permohonan PKS ditolak. Perkara itu mengantongi Nomor 607 K/PDT.SUS-Parpol/2018. Berkas ini diputus pada 30 Juli dengan susunan ketua majelis kasasi Takdir Rahmadi dengan anggota Nurul Elmiyah dan I Gusti Agung Sumantha.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP