Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ide Sandiaga bereskan Metro Mini ugal-ugalan di Jakarta

Ide Sandiaga bereskan Metro Mini ugal-ugalan di Jakarta sandiaga uno. ©2016 Merdeka.com/Fimela.com/Windy Sucipto

Merdeka.com - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Sandiaga Uno mengaku memiliki solusi mengatasi permasalahan Metro Mini kerap ugal-ugalan di Jakarta. Pria akrab dipanggil Bang Sandi ini menilai perilaku itu lantaran mereka dikejar target setoran.

"Kita berdiskusi, istilahnya mereka mau dirangkul, dicarikan solusinya, karena kalau dibiarkan seperti ini akan berlangsung terus, ugal-ugalan karena mereka mengejar setoran," kata Sandi saat ditemui di lapangan Futsal Prestasi Penggilingan, Jakarta Timur, Kamis (17/11).

Politisi Partai Gerindra itu mengaku akan mengintegrasikan para Metro Mini dengan Transjakarta sebagai solusi. Meski hal ini juga telah dilakukan Pemerintah Provinsi DKI, namun solusi ditawarkan tidak diterima para pengusaha Metro Mini.

"Saya mau integrasi kan mereka ke Transjakarta dan mereka sepakat tapi mereka diberikan solusi. Selama ini solusi yang dikasih berkaitan dengan jumlah uang yang disetorkan untuk mendapatkan kendaraan baru belum bisa diterima oleh mereka," tutur Sandi.

Adapun solusi coba ditawarkan soal skema pendanaan untuk tiap Metro Mini sudah tidak layak. Selanjutnya, Sandi juga akan melatih ulang para mekanik.

"Sementara supir-supir ditata ulang, yang bisa masuk ke sistem transjakarta akan masuk. Kalau yang enggak, akan kita masukkan ke pelatihan-pelatihan supaya mereka bisa masuk ke sistem yang berbasis online," papar Sandi.

"Jadi itu yang saya akan lakukan dengan berdiskusi. Kemarin saya ke pulo gebang juga mereka mau termasuk mereka supir angkot mereka mau dikasih solusi," sambung Sandi.

Meski tawaran solusi tak jauh beda dengan Pemprov DKI Jakarta, namun Sandi mengklaim usahanya lebih mudah diterima masyarakat. Sebab, penolakan dulu lantaran tak ada komunikasi berjalan dengan baik.

"Tawaran solusi yang diberikan itu tidak menyelesaikan masalah, malah memberatkan. Saya basisnya pengusaha jadi saya tahu seperti apa, teman-teman organda juga memberikan saran dan saya pikir itu bisa dilakukan," tegas Sandi.

Rencana Sandi itu disambut baik Bahar, salah seorang pengusaha Metro Mini Pulo Gebang. Bahar mengaku sepakat Metro Mini direvitalisasi. Hanya saja harus didahului dengan komunikasi.

"Metro Mini sepakat revitalisasi, tapi yang dulu ditawarkan (Menhub) Budi Karya, dia memonopoli angkutan Metro Mini tidak sesuai dengan kemauan dari pemilik Metro Mini," ungkap Bahar.

Tak hanya itu, dia juga mengeluhkan dana pertama terlalu mahal dan tak sebanding dengan harga mobil dan pembagian hasil diterimanya. "DP-nya terlalu mahal, Rp 150 juta tapi yang diberikan ke pemilik hanya Rp 2,5 juta perbulan padahal harga satu bus ratusan Jakarta. Apalagi sekarang dia masuk ke terminal Pulo Gebang dan trayeknya tumpang tindih," terangnya. (mdk/ang)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP