Hastag #ShameOnYouSBY tembus lebih dari 250 ribu kicauan

Sabtu, 27 September 2014 20:03 Reporter : Al Amin
Hastag #ShameOnYouSBY tembus lebih dari 250 ribu kicauan Presiden SBY. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Hastag #ShameOnYouSBY menembus angka lebih dari 250 ribu cuitan sejak Jumat kemarin. #ShameOnYouSBY merupakan respon netizen terhadap hasil sidang Paripurna DPR RI yang mengesahkan UU Pilkada, yang isinya memberi mandat kepada DPRD untuk memilih kepala daerah.

"Pada Sabtu sekitar pukul 17.28 wib jumlah tweets nitizen sudah mencapai 253,079," kata pengamat sosial media Vcomm, Arif Hidayat dalam keterangan pers yang diterima merdeka.com, Sabtu (27/9).

Selain #ShameOnYouSBY, hastag lain yang menunjukan kekecewaan terhadap RUU yang diusung partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih itu antara lain #Dari_DPRD_Oleh_DPRD_Dan_Untuk_DPRD, #RIPDemokrasi, DPRD, Indonesia, UU Pilkada, Rakyat. Semua hastag tersebut sempat bertengger dalam trending topic worldwide.

"Yang bertahan dan bertengger di bagian atas tetap hastag #ShameOnYouSBY," terang Arif.

Dari penelusuran Vcomm, hastag #ShameOnYouSBY pertama kali dicuitkan pada Jumat (26/9) pukul 02.44 WIB oleh akun Gloria Fransisca @titagloria dengan kicauan, "Gila ya, mau turun bikin sensasi, mau jabat bikin sensasi, SBY itu haus popularitas banget deh, geli #ShameOnYouSBY".

Dinformasikannya, hastag #ShameOnYouSBY cepat menjadi trending topic dunia dan masih bertahan disebabkan para selebriti yang mempunyai follower ratusan ribu hingga jutaan follower juga ikut berkicau menggunakan hastag #ShameOnYouSBY.

"Mereka diantaranya Pandji Pragiwaksono @pandji, Glenn fredly @glennfredly, Joko Anwar @jokoanwar, Dewi 'Dee' Lestari @deelestari," jelasnya.

Menurut Arif, sejak berakhirnya masa kampanye Pilres pada bulan Juli 2014, trending topik dunia terkait isue lokal Indonesia relatif lebih kecil dan tidak setinggi hastag #ShameOnYouSBY. hastag tersebut bahkan bisa menandingi kata 'Jokowi'.

"Pada masa kampanye Pilres kata jokowi rata-rata di-tweets 200 ribu - 250 ribu, dan titik tertinggi saat dilaksanakan debat bisa mencapai 700 ribu - 900 ribu dalam sehari," pungkas Arif. [tyo]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini