Hasil survei SMRC Agus-Sylvi anjlok, Demokrat anggap sebuah cambukan
Merdeka.com - Berdasarkan hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni mengalami penurunan dukungan secara signifikan pascadebat kandidat pertama oleh KPUD Jakarta. Politisi Partai Demokrat, Andi Nurpati Baharuddin mengatakan, hasil survei itu menjadi cambukan keras bagi pasangan Agus-Sylvi.
"Ini kita jadikan cambukan," kata Nurpati di Hatel Sari Pan Pacifik, Jakarta, Jumat (27/1).
Kendati demikian, Nurpati optimis pasangan Agus-Sylvi masih bisa menjadi pemenang di Pilgub DKI Jakarta 2017. Menurut dia, masih ada waktu yang tersisa untuk berjuang meraih dukungan.
"Masih ada waktu untuk mengejar kembali atau menaikan secara lebih signifikan lagi dengan strategi. Hasil survei ini paslon Agus-Sulvi dengan tim sukses harus punya strategi jitu untuk bisa mengejar ketertinggalan ini," ujarnya.
Nurpati menyebut, merujuk pada hasil survei SMRC, ternyata masih banyak warga DKI yang tidak menyaksikan debat kandidat pertama oleh KPUD Jakarta. Debat tersebut, kata dia, lebih banyak ditonton masyarakat kelas menengah ke atas. Oleh karena itu, strategi jitu yang bisa dilakukan pasangan Agus-Sulvy adalah melakukan blusukan secara maraton kepada masyarakat yang belum menyaksikan debat itu.
"Makanya Agus-Sulvy ini siang malam turun ke masyarakat. Kita yakin bisa menang lah," ucapnya.
Tak hanya itu, Nurpati memprediksi warga yang saat ini menyatakan mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat atau pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno bisa saja beralih pada pasangan calon lain saat memasuki hari puncak Pilkada. "Mereka juga bisa beri kejutan-kejutan," ucapnya.
Untuk diketahui, dari hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat lebih unggul dari pasangan lain. Survei ini lebih fokus pada dampak debat kandidat pertama yang digelar Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta pada 13 Januari lalu.
"Ahok-Djarot sempat turun beberapa bulan lalu, namun meningkat setelah debat kandidat," kata Peneliti Senior SMRC, Deni Irfani.
Dalam hasil survei menunjukkan, 44 persen warga yang menonton debat berpendapat, bahwa Ahok-Djarot lebih baik dari pasangan lainnya. Sementara yang berpendapat Anies Baswedan-Sandiaga Uno lebih baik hanya 27 persen. Adapun yang berpendapat Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni lebih baik hanya 17 persen.
Deni menuturkan, dari hasil survei menunjukkan, bila pilkada diadakan ketika survei dilakukan, maka pasangan Ahok-Djarot unggul dengan 34.8 persen dukungan, disusul Anies Baswedan-Sandiaga Uno 26.4 persen, dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni hanya 22.5 persen.
"Yang belum tahu akan mendukung siapa 16.4 persen," sebut dia.
Dibanding Desember 2016, dukungan Ahok-Djarot dalam survei pasca debat naik sekitar 6 persen, Anies Baswedan-Sandiaga Uno naik 2 persen, dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni turun 8.3 persen.
Dengan demikian, debat kandidat tersebut meningkatkan elektabilitas Ahok-Djarot secara signifikan. Sebaliknya, Agus-Sylvi mengalami penurunan dukungan secara signifikan karena dinilai kurang baik dalam berdebat.
Sementara Anies Baswedan-Sandiaga Uno tidak mengalami perubahan yang berarti karena pasangan ini dinilai tidak unggul dalam debat, meskipun bukan paling buruk.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya