GP Ansor Siapkan Kadernya Jadi Menteri Milenial di Kabinet Jokowi

Minggu, 28 Juli 2019 23:14 Reporter : Darmadi Sasongko
GP Ansor Siapkan Kadernya Jadi Menteri Milenial di Kabinet Jokowi GP Ansor klarifikasi pembakaran bendera. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Merdeka.com - Gerakan Pemuda (GP) Ansor siap mengirimkan kader terbaiknya untuk mengisi jabatan menteri, apabila pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin membutuhkan bantuan tersebut. Organisasi Otonom Nahdlatul Ulama (NU) ini juga siap jika memang ditunjuk menjadi menteri milenial atau menteri muda seperti yang ramai dibicarakan.

"GP Ansor selalu siap dalam posisi apapun, jangankan jadi menteri, suruh menghadapi HTI seluruh kadernya siap, apalagi jadi menteri. Sangat siap. Ansor pantang menolak tugas. Kalau ini tugas untuk bangsa dan negara Ansor siap," ungkap Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Umum GP Ansor di Ponpes Sabilurrosyad Kota Malang, Minggu (28/7).

Yaqut yang ditemui di sela Konferensi Wilayah GP Ansor Jawa Timur mengatakan, NU kaya kader muda yang mempunyai kemampuan untuk membantu pemerintah. Sehingga tinggal minta dan disediakan yang sesuai dengan kebutuhan.

"Saya kira di NU masih banyak anak-anak muda yang mampu. Kita di NU itu punya yang namanya IPNU, PPNU, PMII, GP Ansor, ada Fatayat yang semuanya anak muda. Banyak di organisasi-organisasi yang memiliki kemampuan. Kalau Jokowi Butuh menteri milenial dari NU, NU itu gudangnya," urainya.

Tetapi Yaqut menegaskan bahwa soal kabinet menjadi hak prerogatif Presiden sepenuhnya. Partai koalisi dan pihak yang memang selama ini ikut berjuang hanya berhak mengusulkan.

"Soal bagaimana Presiden mengambil keputusan, itu hak prerogatif, termasuk di dalamnya Nahdlatul Ulama. NU selama ini kan berjuang, masak sih tidak ada penghargaan terhadap NU. Kan begitu," tegasnya.

"Tetapi sekali lagi, NU tidak lagi dalam posisi kemudian mendesak atau menekan, tetapi NU pasti akan mengusulkan. Posisinya mengusulkan, selebihnya adalah prerogatif Presiden," sambungnya.

NU sendiri, menurut Yaqut sedang menggodok nama-nama yang diusulkan dan posisi yang dianggap tepat. Selain itu diyakini, Jokowi - Ma'ruf dipastikan akan mengakomodasi kader NU untuk duduk di kabinetnya.

"Saya tidak tahu representasinya, tapi saya yakin dan seyakin-yakinnya, NU akan mendapat representasi di kabinet. Karena selama ini memang ikut berjuang," tegasnya.

Yaqut juga meminta agar NU juga tidak distigmakan dalam posisi yang itu-itu saja, seperti Menteri Agama, Menteri Desa, Menteri Tenaga Kerja (Menaker), dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

NU kalau diminta mengisi posisi strategis seperti mengelola BUMN atau ESDM juga memiliki kemampuan. Banyak kadernya paham terhadap pengelolaan hal-hal strategis tersebut.

"Namanya berharap kan boleh. Besok pemerintahan Pak Jokowi II, memberikan porsi NU yang strategis. Jangan itu-itu melulu," ungkapnya. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini