Golkar Sebut Politik Genderuwo Muncul Karena Tak Ada Ide dan Program
Merdeka.com - Dalam pembagian 3.000 sertifikat tanah di GOR Tri Sanja, Tegal, Jumat 9 November 2018, Presiden Jokowi menyentil perilaku elite politik yang gemar menakut-nakuti masyarakat. Mereka disebut tak memiliki etika dan sopan santun serta acap menebarkan propaganda.
"Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masak masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Enggak benar kan? itu sering saya sampaikan itu namanya politik genderuwo, nakut-nakuti," ucap dia geram.
Menanggapi itu, Koordinator Bidang (Korbid) Pemenangan Pemilu Indonesia Timur Partai Golkar Melchias Marcus Mekeng mengemukakan munculnya politik 'genderuwo' karena ketiadaan ide dan program yang ditawarkan ke masyarakat. Yang ada, kata dia, adalah kampanye menakut-nakuti dan fitnah.
"Naikkan elektabilitas dengan paparkan ide, visi, misi dan program sudah tidak bisa. Rakyat sudah tidak tertarik atas apa yang mereka sampaikan. Maka yang dipakai adalah politik genderuwo," ujar Mekeng di Jakarta, Jumat (16/11).
Menurutnya, percuma saja lawan politik Jokowi pakai cara nakut-nakuti seperti itu. Mekeng yakin, rakyat sudah cerdas dan tidak bisa dibodohi.
"Politik 'genderuwo' seperti itu tidak akan mempan. Rakyat tahu mana yang benar dan mana yang tidak," ucapnya.
Ketua Fraksi Golkar di DPR ini pun berharap cara politik 'genderuwo' seperti itu harus diakhiri. "Raihlah kekuasaan dengan cara-cara yang halal dan melahirkan kesejukan bagi masyarakat," tuturnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya