Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Golkar sebut pertemuan SBY-Prabowo tak ubah peta politik di parlemen

Golkar sebut pertemuan SBY-Prabowo tak ubah peta politik di parlemen Pertemuan SBY dan Prabowo di Cikeas. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima kunjungan politik Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, semalam. Pertemuan ini cukup menyita perhatian tokoh politik dalam negeri.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menilai, selama ini kedua partai itu konsisten berada di luar pemerintahan. Sehingga tidak akan mengubah peta politik nasional.

"Soal apakah pertemuan ini mengubah peta di parlemen, saya kira tidak juga," kata Ace saat dihubungi di Jakarta, Kamis (28/7).

Anggota Komisi III DPR itu melihat, pertemuan keduanya kental dengan nuansa politis. Golkar menganggap pertemuan antara dua bekas jenderal TNI itu sebagai suatu komunikasi politik yang baik.

"Tentu pertemuan itu mengandung nilai politis karena memang kedua tokoh politik senior ini jarang sekali sejalan dalam langkah dan kebijakan politiknya. Setidaknya pertemuan mencairkan suasana di antara keduanya," ujarnya.

"Bagi Partai Golkar, semakin para elite politik sering bersilaturahmi maka akan semakin positif untuk selalu membangun komunikasi mencari solusi kebangsaan," ucapnya.

Sebelumnya, SBY dan Prabowo telah melakukan pertemuan tertutup dengan menghasilkan sejumlah kesepakatan. Salah satu kesepakatan itu adalah membuat gerakan moral. Ini dibutuhkan sebagai salah satu cara mengawasi jalannya pemerintahan Jokowi-JK.

"Karena kita partai politik koridor demokrasi, tetapi kami diskusi amanah yang diberikan ke kita semua. Semua harus diabdikan untuk kepentingan rakyat kita pikirkan gerakan moral," kata SBY saat jumpa pers bersama Prabowo di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/7).

SBY menambahkan, gerakan moral diperlukan mana kala perasaan rakyat dicederai. "Jika aspirasi tidak lagi didengar penyelenggara negara oleh pemimpin (Presiden Joko Widodo), wajib hukumnya kita mengingatkan, kita memberikan koreksi," kata SBY.

Presiden keenam itu melanjutkan, gerakan moral itu bakal dilakukan secara beradab. Yaitu bertumpu dengan nilai-nilai demokrasi dan tidak akan pernah merusak negara.

"Sebab jika tidak dengan beradab, justru gerakan kami secara politik tidak baik dan tidak benar," kata SBY. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP